Selama bulan Ramadhan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa aktif melakukan safari ramadhan dengan tarawih keliling Jawa Timur serta berkunjung dan menjelajah masjid masjid legendaris di kabupaten kota di Jawa Timur.
Di masjid masjid itu, Gubernur Khofifah melakukan sholat tarowih bersama Jema’ah, membagi beras bagi jama’ah, serta berziarah ke makam para ulama/ Habaib leluhur yang memiliki peran besar dalam pembangunan peradaban dan keagamaan di Jawa Timur.
Masjid pertama yang didatangani Khofifah seraya sholat tarowih adalah masjik Jami’ Gresik yang dibangun Saudagar Perempuan Nyai Ageng Pinatih Tahun 1412 M. Di dalamnya juga terdapat makam Habib Abu Bakar bin Muhammad Umar Assegaf yang terletak di dalam Masjid Jami’ Kabupaten Gresik, Minggu (26/3) malam.
Khofifah mengatakan, kehidupan Habib Abu Bakar Assegaf memiliki keteladanan yang luar biasa. Diantaranya tentang kesalehan, keilmuan dan kesederhanaan Habib Abu Bakar Assegaf. “Selain sederhana, beliau orang yang salih dan alim dikenal memiliki karomah dari Allah,” ujarnya.
Dari berbagai referensi semasa hidup Habib Abu Bakar Assegaf merupakan pemimpin wali sedunia. Sehingga, Habib Abu Bakar mendapat julukan Al Qutb atau pimpinan para wali.
Masjid kedua ke Masjid Agung Sewulan (Kyai Ageng Basyariah) di Madiun. Khofifah melaksanakan sholat tarowih dilanjutkan berziarah ke makam leluhur Gus Dur yakni Kyai Ageng Basyariah, di Dusun Sewulan Wetan, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Selasa (28/3) malam.
Khofifah menyebut, Kyai Ageng Basyariah ini adalah sosok ulama yang konsisten mengajarkan nilai-nilai spiritual sebagai lokomotor perubahan. Salah satu keberhasilan Kyai Ageng Basyariah ialah memperjuangkan Sunan Pakubuwono II dalam perebutan tahta Mataram Kartasura melawan Sunan Kuning.
“Kyai Ageng Basyariah ini adalah pemimpin juga ulama. Dengan kedalaman ilmu agama yang dia miliki, Kyai Ageng berperan besar atas kembalinya kekuasaan Kasunanan Pakubuwono II,” katanya.
Dihimpun dari berbagai sumber, Kyai Ageng Basyariah atau Raden Mas Bagus Harun adalah leluhur dari Presiden keempat RI KH. Abdurrahman Wahid dari KH Wachid Hasyim. Kyai Ageng Basyariah ini dikenal sebagai sosok yang cerdas, alim, dan tawadhu. Pada 1.740 M, Kyai Ageng Basyariah mendirikan Masjid Agung Sewulan yang hingga saat ini masih berdiri kokoh.
Atas jasa perjuangannya, Kyai Ageng Basyariah hendak dijadikan Adipati Banten. Namun ia menolak dan memilih kembali ke pesantren. “Sifat tawadhu’ beliau perlu diteladani, bahwa saat menggengam keberhasilan, harus tetap rendah hati,” imbuh Khofifah. (ita)

