Presiden Joko Widodo meninjau langsung harga dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Rabu (05/04). Menurut Presiden, peninjauan tersebut dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah.
“Iya ini kan mendekati Lebaran, saya dan Pak Menteri Perdagangan ingin mengecek yang pertama stoknya, kemudian yang kedua harganya,” ujar Presiden dalam keterangannya kepada awak media usai peninjauan.
Presiden menyebut ketersediaan sejumlah komoditas pangan yang ada di Pasar Johar Baru saat ini masih terkendali. Sedangkan untuk harga, mayoritas komoditas pangan sudah mengalami penurunan harga.
“Telur turun, ayam turun—daging ayam turun, beras juga turun, kemudian bawang juga turun, yang naik hanya daging, naik sedikit,” ungkap Presiden.
Presiden pun mengapresiasi terjadinya penurunan harga sejumlah komoditas pangan. Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat terjadinya inflasi.
“Ini bagus dalam posisi mau Lebaran tapi harga-harga turun. Itu yang saya lihat,” ucap Presiden.
Presiden juga berharap penurunan harga sejumlah komoditas pangan dapat meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1444 Hijriah. “Yang jelas harga banyak yang turun, yang bagus di situ, sehingga akan memperkuat daya beli rakyat karena harganya turun,” tandasnya.
Pada hari sama, Jokowi juga meninjau aktivitas perdagangan yang berlangsung di Pasar Rawamangun, Jakarta dan langsung mengecek harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di sana.
Harga bahan pangan yang pertama dicek oleh Presiden yaitu telur. Yudi, salah satu pedagang telur yang sempat berinteraksi dengan Presiden Jokowi mengatakan bahwa harga telur saat ini mengalami penurunan.
“(Presiden) tanya harga telur aja. Harga telur turun kan antara 28 (ribu) sampai 29 (ribu). Jadi turun sekitar 2 ribuan,” ujarnya.
Yudi pun berharap harga bahan pangan bisa tetap stabil sehingga aktivitas perdagangan di Pasar Rawamangun bisa kembali normal.
“Kalau sekarang kan yang ke pasar ini berkurang jauh, jadi turun antara 40-50 persen ada sih sebelum pandemi ya. Sekarang dan sebelum pandemi sampe sekarang tuh turun saja, jadi masih bertahan pedagang itu, masih bagus,” lanjut Yudi.
Selain telur, Presiden Jokowi juga mengecek harga daging di pasaran. Menurut pedagang daging, Andi, harga daging saat ini cenderung normal.
Andi mengaku bersyukur penjualan daging di lapaknya selama bulan Ramadan meningkat. “Ada, lumayan dikit, ada peningkatan ya istilahnya biasa habis 2 kg, 3 kg, alhamdulillah,” kata Andi.
Ia berharap harga daging bisa tetap stabil dan tidak mengalami peningkatan yang tinggi, sehingga daging dapat dijangkau oleh masyarakat. “Harapannya kita jangan sampai terlalu tinggi aja harga daging, rakyat kecil supaya kejangkau, kebeli dah,” tambahnya. (setpres)

