Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»615 ‘Tuku Lemah Oleh Omah’ Ganjar Tuntas

615 ‘Tuku Lemah Oleh Omah’ Ganjar Tuntas

KOMUNITAS redaksi13/05/2023 - 11:00 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali tancap gas untuk menanggulangi kemiskinan melalui program “Tuku Lemah Oleh Omah“. Setelah berhasil membangun 639 rumah untuk warga miskin sejak 2020 sampai 2022, kini mulai membangun 615 rumah pada 2023.

Bantuan rumah panel instan (Ruspin) itu mulai dilaksanakan, di antaranya di Desa Tanjuganom, Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Sebanyak 17 warga kurang mampu di desa setempat yang menerima bantuan program tersebut.

“Ternyata beli tanah dapat rumah menjadi program yang menarik dan dinikmati warga. Maka ini coba kita menyelesaikan beberapa yang terkait dengan perumahan rakyat,” ujar Ganjar Pranowo, Rabu (10/05).

Menurutnya, bagi warga yang belum memiliki tanah akan dibantu proses kredit di bank. Nantinya, warga hanya mengangsur tanah, dan rumahnya dibangunkan oleh Pemprov Jateng.

“Model kredit ke bank itu menjadi contoh yang bisa ditiru oleh daerah lain. Harapannya program Tuku Lemah Oleh Omah itu bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang memiliki rumah cukup bagus,” jelasnya.

Kepedulian Ganjar itu membuat “wong cilik” merasa bahagia karena mengubah hidupnya menjadi lebih layak. Seperti yang dirasakan Triyani, warga Desa Tanjunganom. Selama sembilan tahun hiduo berkeluarga, impiannya memiliki rumah terwujud berkat program “Tuku Lemah Oleh Omah“.

“Saya menikah sejak 2014 dan ingin banget punya rumah. Karena saya dan suami saat itu masih tinggal bareng orang tua,” kisahnya.

Kehidupannya sangat jauh dari kata layak. Selain masih berdinding kayu dan berlantai tanah, ia harus berbagi tempat dengan sembilan orang anggota keluarga yang juga masih tinggal di situ. “Total ada 10 orang yang tinggal di rumah itu. Ya, berdesakan, dan kalau mau manfi antre,” lanjutnya.

Kini, Triyana bisa hidup lebih layak setelah mendapat bantuan rumah dari Gubernur Ganjar. Rumahnya itu telah ditempati saat lebaran dan sepekan menjelang kelahiran anak keduanya. “Alhamdulillah rezeki anak. Rumah ini ditempati satu minggu kemudian anak kedua lahir,” imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan Murdiyati, penerima bantuan di Desa Tanjunganom. Ia tidak menyangka kalau saat ini telah memiliki rumah sendiri. “Tidak menyangka. Kalau tidak dibantu Pak Ganjar, mungkin saya masih belum punya rumah,” tuturnya.

Mantan buruh pabrik di Jepara itu memambahkan, bantuan rumah membuat hidupnya lebih layak dan nyaman. “Sudah enak punya rumah sendiri,” tandasnya.

Sebagai informasi, program “Tuku Lemah Oleh Omah” sendiri sudah dilaksanakan oleh Pemrov Jawa Tengah sejak 2020. Pada 2020 tercatat sebanyak 200 unit rumah yang dibangun, pada 2021 sebanyak 186 unit rumah, dan pada 2022 sebanyak 253 unit. Rencananya pada 2023 ini sedang dibangun 615 unit rumah dengan pola tersebut. (hms)

Ganjar Pranowo Tuku Lemah Oleh Omah
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.