Pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (19/10). Pasangan ini menampilkan nuansa hitam dan putih.
Ganjar mengenakan kemeja hitam sedang Mahfud MD berkemeja putih. Ada cerita di balik kemeja putih yang dikenakan Mahfud MD.
Di hadapan Tim Pemenangan Nasional (TPN), tokoh partai politik pengusung, dan puluhan ribu relawan yang hadir, Mahfud mengatakan bahwa kemeja putih yang dikenakan sebenarnya ia siapkan untuk pendaftaran Pilpres 2019 lalu.
Ketika itu, nama mantan Hakim Mahkamah Konstitusi itu memang dirumorkan akan mendampingi Joko Widodo. Namun, di akhir waktu pendaftaran justru muncul nama Ma’ruf Amin.
“Akhirnya saya ingin sampaikan, keberangkatan saya pribadi hari ini saya memakai baju putih yang lima tahun lalu saya siapkan untuk mendaftar ke KPU,” ungkap Mahfud.
Di balik kegagalan itu, Mahfud mengambil sisi positif bahwa hal itu tersirat pesan Tuhan.
“Tetapi ternyata ada pesan Tuhan di baju ini. Ditunda dulu dan dipakai ke KPU dan hari ini bisa dipakai untuk bisa mendaftar,” jelasnya.
Sementara itu, puluhan ribu massa hadir di Tugu Proklamasi ingin menyaksikan dan mengantar pasangan Ganjar-Mahfud mendaftar ke KPU. Mereka pun rela berjalan kaki dari Tugu Proklamasi melewati Taman Senopati kemudian menuju KPU. (gp)
Terbaru
- Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
- Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
- Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
- Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
- Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
- Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
- Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
- PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

