Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Ganjar Ziarah ke Makam Guru Tua di Palu

Ganjar Ziarah ke Makam Guru Tua di Palu

KOMUNITAS redaksi06/12/2023 - 11:00 WIB

Calon presiden Ganjar Pranowo berziarah ke makam Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua di komplek Masjid Alkhairaat, Jalan Sis Aljufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (04/12) malam.

Diketahui, Guru Tua merupakan seorang tokoh pejuang di Provinsi Sulteng di bidang pendidikan Agama Islam. Ia lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman, 15 Maret 1892, meninggal di Palu, Sulawesi Tengah, 22 Desember 1969 pada umur 77.

Habib Idrus dianggap sebagai inspirator terbentuknya sekolah di berbagai jenis dan tingkatan di Sulawesi Tengah yang dinaungi organisasi Alkhairaat Pada tahun 2014, nama Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri juga diabadikan sebagai nama baru bandara Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah,

Habib Idrus juga dianggap sebagai inspirator terbentuknya sekolah di berbagai jenis dan tingkatan di Sulawesi Tengah yang dinaungi organisasi Alkhairaat.

Keturunan Guru Tua, Habib Hasan bin Idrus Al Habsyi mengatakan ziarah yang dilakukan Ganjar merupakan suatu bentuk penghormatan kepada tokoh muslim yang berjasa kepada agama dan negara Indonesia.

“Kalau mereka datang, berarti menghormati orang-orang yang pernah di tuakan, yang pernah di akui oleh negara,” tutur Habib Hasan seusai memimpin ziarah bersama Ganjar di lokasi.

Menurutnya, banyak pejabat, ulama hingga masyarakat dari sejumlah wilayah di Indonesia berziarah ke makam Guru Tua untuk meneladani nilai-nilai kebaikan yang sudah dilakukan semasa hidupnya. Habib Hasan juga mendoakan agar Ganjar mendapatkan keberkahan.

“Setiap kepala negara atau calon apa saja, masing-masing mau cari keberkahan ketika datang ke mari. Mudah-mudahan mereka mendapatkan keberkahan,” ucap Habib Hasan.

Habis Hasan juga mengungkapkan terkait dengan sejarah dan peran Guru Tua semasa hidupnya, sehingga bisa mendirikan Ponpes sekaligus lembaga pendidikan Alkhairaat. “Tentang peletakan batu pertama al khairat ini dibangun dan apa alkhairat itu bergerak dibidang apa, jadi ada tiga visi, ada pendidikan, dakwah dan sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Ganjar mengaku senang bisa berziarah kepada tokoh-tokoh muslim yang semasa hidupnya mengabdikan diri kepada umat dan bangsa, baik jalur agama maupun pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

“Saya kira kalau dimulai dari dunia pendidikan insyaallah akan baik. SDM-nya unggul, memandirikan mereka dan itu bagian dari syiar-syiar yang pasti masyarakat akan merasa mendapatkan keuntungan yang bagus. Kita mesti belajar dengan tuan kita ini,” ucapnya.

Ganjar menyatakan pondasi pendidikan sebagai penopang peningkatan SDM sudah dilakukan sedari zaman dahulu. Oleh karenanya, Ganjar berkomitmen untuk mendorong peningkatan SDM seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

“Ternyata banyak orang-orang atau para ulama-ulama, tokoh-tokoh saat itu sudah memikirkan ini. Sehingga akses yang lebih banyak bisa diberikan kepada warga untuk bisa mendapatkan pendidikan yang baik. Salah satunya di sini. Cukup lengkap, bahkan sampai ke perguruan tinggi,” pungkasnya. (gp)

Ganjar Pranowo
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.