Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (bankjatim) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2023, Rabu (07/02).
Hadir dalam RUPS yang diihelat di Ruang Bromo, bankjatim Kantor Pusat Surabaya itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewakili Pemprov Jatim sebagai pemegang saham pengendali beserta seluruh dewan komisaris serta direksi bankjatim.
Ada beberapa agenda RUPS Tahunan Tahun Buku 2023, yang utama adalah persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2023, serta penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2023, dan lain-lain.
Bankjatim berhasil membagi dividen sebesar Rp 54,39 / lembar saham. Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 53,09 / lembar saham.
Sehingga secara keseluruhan, total dividen yang dibagi kepada pemegang saham berada di angka Rp 816.692.940.679,98 atau sebesar 55,55% dari laba bersih Tahun Buku 2023.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sejauh ini sangat positif. Capaian PDRB Jawa Timur berhasil menunjukkan kontribusi sebesar 14,22 persen atas pembentukan PDB Indonesia dan 24,99 persen terhadap PDRB untuk pulau Jawa.
Struktur kredit di Jawa Timur didominasi oleh kredit rumah tangga yang berkontribusi 28 persen, diikuti dengan kredit perdagangan yang berkontribusi 26,10 persen, dan kredit industri berkontribusi 21 persen.
“Hal ini mencerminkan bahwa adopsi kredit pada masyarakat rumah tangga berkontribusi secara masiv dalam transaksi keuangan secara regional,” papar Khofifah.
Khofifah menegaskan, bankjatim sebagai BUMD tentu memainkan peranan yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Melalui pembiayaan dan dukungan finansial, bankjatim telah mendorong sektor-sektor utama dalam perekonomian.
Termasuk di antaranya mendukung pengembangan UMKM di Jawa Timur. ”Terima kasih untuk seluruh ikhtiar bankjatim,” lanjutnya.
Satu bentuk dukungan lain bankjatim terhadap UMKM adalah melalui program percepatan dana bergulir atau dagulir. Yang mana sampai Desember 2023 jumlah dagulir yang telah disalurkan bankjatim mencapai Rp 475,97 miliar untuk 12.525 debitur.
Bankjatim diketahui juga turut berkontribusi terhadap para pelaku usaha ultra mikro sejak 3 tahun lalu bersama BUMD di lingkungan Pemprov Jatim.
“Jadi para pelaku usaha ultra mikro ini diberikan zakat produktif sebesar 500 ribu, penyaluran sudah mencapai Rp 929,71 juta kepada 1.859 orang,” tutur Khofifah.
Sementara Dirut bankjatim Busrul Iman menjelaskann, bankjatim mampu membukukan kinerja keuangan di Tahun Buku 2023 dengan sangat baik. Total aset mencapai Rp 103,85 Triliun atau tumbuh 0,80% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY) dan laba bersih tahun 2023 tercatat Rp 1,47 triliun.
”Ekspansi kredit yang kami berikan berada di angka Rp 54,76 triliun atau naik 18,54% (YoY). Angka penyaluran kredit tersebut tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang hanya sebesar 10,3%,” tegasnya.
Adapun komposisi penyaluran kredit bankjatim yaitu kredit konsumtif sebesar Rp 31,2 triliun atau meningkat 8,91% (YoY) dan kredit produktif sebesar Rp 23,5 triliun atau tumbuh eksponensial 34,28% (YoY).
Hasil tersebut sangat signifikan terhadap pertumbuhan kredit, utamanya dalam hal ini adalah kredit produktif. Kondisi ini merupakan kesuksesan bankjatim dalam melakukan implementasi strategi segmentasi, modernisasi bisnis model, penentuan target dan monitoring yang terukur, serta pola shifting terhadap tenaga Account Officer.
Disisi lain, kredit konsumtif sebagai captive market bankjatim, juga masih memiliki potensi melalui momen seperti Penerimaan ASN baru, kenaikan gaji berkala ASN, penerimaan sekolah, liburan, dll.
Lebih lanjut, penyaluran kredit produktif Perseroan yang ditinjau dari segi ekonomi dikelompokkan menjadi beberapa kategori.
Diantaranya yaitu: perdagangan besar dan eceran sebesar Rp 7,15 triliun; konstruksi sebesar Rp 3,79 triliun; industri pengolahan sebesar Rp 3,10 triliun; pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp 2,55 triliun; perantara keuangan Rp 2 triliun; jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan, dan perorangan lainnya Rp 1,8 triliun; penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum Rp 429 miliar serta lain-lain Rp 1,1 triliun.
Sepanjang 2023, pengguna JConnect Mobile sukses mencapai 641.266 user atau tumbuh 29% (YoY). Lalu untuk nominal transaksinya berada di angka Rp 42 triliun, naik 45% (YoY). Selanjutnya, user JConnect IB Corporate berada di angka 8.319 atau naik 31% (YoY) dengan nominal transaksi sebesar Rp 11,7 triliun.
Tidak hanya itu saja, jumlah Agen Jatim sepanjang 2023 juga tumbuh 76 persen (YoY) menjadi 8.066 dengan jumlah transaksinya Rp 92,3 miliar.
Pada tahun 2023, bankjatim telah mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 17,4 miliar yang terbagi pada sektor pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan sosial.
Busrul mengungkapkan untuk mendukung visi perseroan menjadi BPD No.1 di Indonesia, di tahun 2023, telah dicanangkan 5 Pilar Transformasi, yaitu Perubahan Struktur Organisasi, Transformasi Human Capital, Rule Making Rules, Perkembangan Digital Banking & Teknologi Informasi, dan Aksi Korporasi Penyertaan Modal. Hingga Desember 2023, proses transformasi telah berjalan sebesar 90%.
Pada RUPS Tahun juga terdapat agenda perubahan susunan pengurus perseroan, sebagai berikut:
– Komisaris Independen : Muhammad Mas’ud
– Komisaris Independen : Sumaryono
– Komisaris : Adhy Karyono
– Direktur Utama : Busrul Iman
– Direktur Keuangan, Treasury & Global Services : Edi Masrianto
– Direktur Mikro, Ritel, dan Menengah : R Arief Wicaksono
– Direktur IT & Digital : Zulhelfi Abidin
– Direktur Manajemen Risiko : Eko Susetyono
– Direktur Operasi : Arif Suhirman
– Direktur Kepatuhan : Umi Rodiyah. (ita)
