Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Jejak Kerajaan Kutai Martadipura

Jejak Kerajaan Kutai Martadipura

PERISTIWA redaksi04/03/2024 - 15:00 WIB

Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, semakin dikenal setelah sebagian wilayahnya masuk dalam area Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Jauh sebelum terpilih menjadi bagian IKN, nama “Kutai Kartanegara” sudah terkenal sejak lama dan menyimpan sejarah panjang.

Kutai Kartanegara memiliki cerita-cerita legenda yang menarik dijadikan daya tarik wisata storynomics tourism. Storynomics tourism merupakan pendekatan pariwisata yang mengedepankan narasi, konten kreatif, living culture, dan menggunakan kekuatan budaya untuk mengenalkan suatu destinasi wisata.

Adanya storynomics tourism yang menarik dari Kutai Kartanegara dapat memberikan pengalaman berwisata yang tak terlupakan. Baik itu dengan mendengar sejarah, hingga fakta budaya yang masih sangat kental dan lestari di Kutai Kartanegara. Lantas fakta budaya apa saja yang terdapat di daerah itu?

Di sana ada sebuah museum bernama Mulawarman, yang menyimpan banyak koleksi Kerajaan Hindu Kutai Martadipura, yang merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Berdiri sejak abad ke-4, Kerajaan Kutai Martadipura itu berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara.

Di Museum Mulawarman tercatat total ada sekitar 5.373 koleksi benda bersejarah. Mulai dari singgasana, pakaian kebesaran, tempat peraduan, tombak dan keris, kalung, hingga prasasti yupa.

Museum Mulawarman juga memiliki kolam ikonik berbentuk naga sebagai lambang perjalanan hidup dan penjaga alam semesta, yang diambil dari cerita legenda masyarakat Kutai Kartanegara. Di sisi kanan museum, wisatawan bisa mendapati areal makam para raja.

Sensasi suasana kerajaan Hindu tertua di Indonesia, kian dirasakan wisatawan Museum Mulawarman saat menikmati storynomics yang dikemas secara menarik.

Selain storynomics yang menarik tentang Kerajaan Hindu Tertua, legenda Kutai Kartanegara tak bisa dilepaskan dari lahirnya orang Basap. Cerita tersebut dimulai dari runtuhnya Kerajaaan Kutai Martadipura pada abad ke-14 dan memunculkan kerajaan baru, Kerajaan Kutai Kartanegara, di Tepian Batu atau Kutai Lapa.

Kerajaan dengan raja pertama yang bernama Aji Batara Agung Dewa Sakti itu dikenal memiliki hobi bermain sabung ayam (adu ayam) dan memiliki seekor ayam jantan bernama Perak Kemudi Besi. Konon, ayam peliharaan sang raja itu dikenal sakti dan mampu mengalahkan semua ayam milik para raja Jawa, Brunei, hingga ke Tiongkok.

Alkisah, kehebatan Perak Kemudi Besi itu mampu menciptakan tantangan bagi seorang pangeran Tiongkok untuk datang membawa 15 ekor ayam aduan miliknya ke Kutai Kartanegara. Pangeran Tiongkok itu pun berani memasang taruhan dengan nilai yang sangat fantastis, yakni 100 emas dan sebutir berlian untuk setiap ayam jago yang menang.

Maka pertarungan demi pertarungan pun dilangsungkan. Namun, ayam milik pangeran Tiongkok selalu keok menghadapi taji Perak Kemudi Besi. Hingga akhirnya, tinggal tersisa satu ayam. Dibalut rasa penasaran dan nafsu memenangkan taruhan, sang pangeran pun nekat memasang taruhan berupa wangkang (perahu besar) miliknya dan seluruh isinya.

Namun, malang tak dapat ditolak. Ayam ke-15 milik pangeran Tiongkok pun menggelepar meregang nyawa. Tak siap kehilangan wangkang dan seluruh isinya, sang pangeran segera melarikan diri dari arena sabung ayam tersebut. Alih-alih mengejar, Raja Kutai Kartanegara justru memilih untuk tetap berada di tempatnya.

Dengan aura penuh ketenangan dalam duduknya, Raja Kutai pun mulai melafalkan mantra-mantra. Hanya dalam hitungan sekejap, angin puting-beliung pun bergerak mendekati dan mendekap kapal milik sang pangeran Tiongkok. Alhasil, kapal itu terpaksa menepi dan sang pangeran memutuskan bersembunyi di sekitar kawasan Teluk Sangkulirang.

Berawal dari mencari lokasi yang aman untuk bersembunyi, pangeran Tiongkok itu akhirnya menetap di sana dan menikahi penduduk asli. Kisah itulah yang kemudian diyakini sebagai cikal-bakal keberadaan orang Basap, yakni keturunan Tiongkok yang menikah dengan Suku Dayak Punan. (indonesia.go.id)

Kutai Martadipura
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.