Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global
  • Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»OLAHRAGA»Bayang-Bayang Cedera Lifter Eko

Bayang-Bayang Cedera Lifter Eko

OLAHRAGA redaksi06/04/2024 - 15:00 WIB

Lifter Eko Yuli Irawan berhasil memperoleh tiket Olimpiade Paris 2024, namun cedera hamstring membayangi persiapannya. Kesuksesannya meraih perak di Piala Dunia Angkat Besi 2024, di Phuket, Thailand, dibayar dengan cedera kaki kiri.

“Saya sengaja hanya melakukan angkatan pertama Snatch 133 kg dan tidak melanjutkannya untuk angkatan kedua dan ketiga. Begitu juga saat gagal melakukan angkatan pertama 166 kg untuk angkatan Clean and Jerk,” kata Eko Yuli dalam keterangan, Rabu (03/04).

“Apalagi, saya sudah memastikan tiket kelas 61 kg di Olimpiade 2024 Paris. Saya merasakan angkatan kurang sempurna akibat pengaruh cedera kaki kiri yang belum pulih benar dan terlalu berisiko bagi saya untuk memberikan penampilan terbaik,” kata lifter Eko usai meraih perak Piala Dunia Angkat Besi (IWF World Cup) di Phuket, Thailand, Selasa (02/04).

“Cedera kaki kiri memang sudah ditangani tetapi karena padatnya event membuatnya masih terasa. Makanya, saya butuh recovery setelah habis tampil di Piala Dunia Angkat Besi 2024 sehingga bisa menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia saat tampil di Paris nanti,” kata lifter berusia 34 tahun itu.

Prestasi Eko sejak Olimpiade 2008 Beijing dibayang-bayangi persoalan cedera, bahkan hingga Paris 2024. Saat Olimpiade 2008, Eko membawa medali perunggu dengan dihantui cedera hamstring (otot paha belakang) saat persiapan.

Perjuangan melawan cedera juga dialami Eko saat penampilan di Olimpiade London 2012. Saat itu, Eko berhasil meraih perunggu dengan kondisi tulang kering yang retak.

Berikutnya, Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, lifter 34 tahun ini kembali mengalami masalah di lutut. Namun, lifter asal Metro Lampung tersebut mampu meraih medali perak.

Penampilan terakhirnya di Olimpiade 2020 Tokyo, Eko berhasil mempertahankan capaian peraknya. Padahal, saat itu kondisi dunia saat penyelenggaraan Olimpiade sedang terjangkit Covid-19.

Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia mengatakan sudah saatnya Indonesia memiliki pusat pemulihan untuk kebutuhan atlet rawan cedera. Pihaknya menambahkan pusat pemulihan ini elemen penting dalam membantu percepatan pemulihan atlet berbasis sains sport.

“Angkat besi selalu tidak pernah mengecewakan bangsa Indonesia. Selalu menjadi cabor yang tidak pernah absen untuk mengirimkan wakilnya dan selalu menyumbangkan medali di Olimpiade,” kata Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari.

“Kebutuhan terhadap pusat pemulihan atlet elite atau elite athletes recovery center sangat mendesak mengingat banyaknya potensi cedera pada atlet unggulan kita. Recovery is part of training (pemulihan bagian dari latihan-red),” kata Okto.

“Saya sudah minta langsung kepada Menpora dan katanya mau dibuat di Cibubur. Dibutuhkan peralatan dan SDM yang sangat profesional agar bisa mencegah dan mengatasi cedera atlet,” katanya. (ist)

Lifter Eko
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Comments are closed.

Kemlu RI dan UNAIR Dorong Generasi Muda Ambil Peran dalam Ketahanan Pangan dan Energi Global

04/06/2026 - 11:56 WIB

Munas FKDK BPD SI 2026 di Semarang Tetapkan Ketua Umum Baru, Perkuat Agenda Transformasi Bank Pembangunan Daerah

04/06/2026 - 11:03 WIB

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.