Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Bisnis Rumput Laut Mahasiswa Unair

Bisnis Rumput Laut Mahasiswa Unair

KOMUNITAS redaksi18/07/2024 - 12:00 WIB

Muhammad Syarif Satriyo Samudra atau yang akrab dipanggil Satriyo merupakan mahasiswa FPK UNAIR yang berhasil mengembangkan perusahaan di bidang budidaya akuakultur. Ia menjadi mahasiswa prestasi dengan memiliki dua perusahaan, yakni PT Rejeki Bintang Samudra dan CV Mulya Samudra Maju Abadi.

Satriyo menyebutkan bahwa kedua perusahaannya memiliki keterkaitan. PT Rejeki Samudra merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang operator tambak budidaya rumput laut gracilaria. Ia menambahkan bahwa perusahaan itu menggunakan lahan yang terbengkalai di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Satriyo mengatakan bahwa dirinya memulai usaha ini sejak tahun 2020 hingga saat ini. Usaha itu bekerjasama dengan beberapa orang yang berada pada Ciputra Entrepreneur Club. Ia menambahkan bahwa dirinya dan beberapa mitra kerja sama membagi tugas, mulai dari pengelolaan budidaya rumput laut hingga manajemen pemasaran.

“Salah satu motivasi terbesar saya adalah pesan dari almarhum ayah, untuk dapat memberikan kontribusi pengembangan usaha budidaya rumput laut di sekitar area Sidoarjo. Meskipun tidak mudah, saya mencoba terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan pemasaran dan pemanfaatan lahan kosong di sekitar area Sidoarjo,” ucapnya.

Satriyo menjelaskan bahwa selama proses pelaksanaan usaha, salah satunya tantangan dalam hal kontrol mental. Budidaya ini berkaitan dengan kondisi makhluk hidup, karena keberhasilan atau kegagalan itu tergantung pada makhluk budidaya yang dikelola. “Kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan, untuk berdoa agar terus diberikan kelancaran dalam pelaksanaan usaha,” ungkapnya.

Satriyo mengungkapkan bahwa ilmu yang didapatkan selama kuliah pada prodi akuakultur, langsung di implementasi dalam perusahaan yang dimilikinya. Rumput laut gracilaria memiliki keunggulan yakni masa panen yang singkat, sehingga memberikan manfaat perekonomian bagi para petani.

“Ilmu dan pesan dari dosen-dosen saya, bahwa sebagai mahasiswa akuakultur harus mampu menerapkan ilmu yang didapatkan selama kuliah melalui praktik budidaya secara langsung, sehingga tau kebenaran dari teori dan praktiknya. Meskipun saya masih aktif kuliah, saya harus pintar-pintar membagi waktu belajar dan keberlangsungan usaha yang saya jalankan,” tuturnya.

Satriyo berpesan kepada seluruh mahasiswa, khususnya mahasiswa akuakultur untuk berani melaksanakan praktik. Potensi di Indonesia sebagai negara maritim, harus dimaksimalkan untuk dijadikan budidaya hasil pangan dari sektor kelautan.

“Selagi masih menjadi mahasiswa, jangan malu untuk membuat usaha, terlebih lagi dalam hal budidaya sektor akuakultur, kalau bukan dari diri kita siapa lagi yang akan menjaga potensi di Indonesia,” pungkasnya.(ita)

Mahasiswa Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.