Arab Saudi akan menggunakan drone berbasis kecerdasan buatan pada musim Haji 1446 Hijriah. Teknologi ini diberi nama Falcon. Penggunaan Falcon diumumkan dalam konferensi pers oleh Mayor Jenderal Hamoud bin Suleiman Al-Faraj. Ia menjabat Direktur Jenderal Pertahanan Sipil.
“Untuk pertama kalinya, kami kerahkan drone Falcon. Sudah masukndalam rencana operasional musim Haji,” ujarnya, Minggu (01/06). Al-Faraj menyampaikan pencegahan sangat vital untuk keselamatan jemaah haji. Pemerintah melakukan inspeksi dan patroli rutin.
Menurutnya, upaya tersebut bertujuan meningkatkan koordinasi semua pihak. Tim intervensi cepat disiapkan setiap waktu. Falcon dirancang khusus menangani kebakaran dan evakuasi di lokasi tinggi. Drone ini menjangkau tempat yang sulit diakses.
Drone mampu terbang hingga 12 jam tanpa henti. Falcon dapat membawa beban hingga 40 kilogram saat beroperasi. “Drone ini punya kamera termal. Bisa kirim gambar langsung ke pusat kendali,” ujar Al-Faraj.
Dijelaskan, sistem pemadam multi-fungsi terpasang secara terintegrasi. Falcon juga memiliki alat penyelamatan dan sistem kendali otomatis. Drone ini dioperasikan di gedung tinggi, kawasan industri, dan lokasi dengan bahan berbahaya. Termasuk juga kawasan padat penduduk.
Penggunaan Falcon dianggap mempercepat respons tanpa membahayakan petugas. Pemerintah Arab Saudi ingin pengambilan keputusan lebih akurat. Sebagai informasi, Wukuf di Arafah diperkirakan jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025. Jemaah Indonesia mulai diberangkatkan 4 Juni 2025. (rri)

