Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut hangat kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang, yang baru bertugas di Surabaya, Takonai Susumu, di Ruang Kerja Walikota, Selasa (10/06).
Dalam kesempatan tersebut Kota Surabaya dan Jepang ingin mempererat tali kerja sama di berbagai sektor, termasuk pertukaran budaya dan penyaluran tenaga kerja profesional.
Melanjutkan kerja sama yang telah terjalin, Eri Cahyadi berdiskusi dengan Konjen Takonai, yang sebelumnya bertugas di Medan. Ia menegaskan kembali apresiasinya terhadap kemitraan sister city antara Surabaya dan beberapa kota di Jepang, seperti Kochi dan Kyushu.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Konjen karena banyak hal yang telah kita lakukan dalam rangka sister city, termasuk pertukaran budaya dan pengelolaan sampah,” kata Eri.
Dalam pertemuan tersebut, Eri mengusulkan pengembangan Taman Harmoni di Surabaya, yang akan menampilkan elemen budaya dari berbagai benua, termasuk Jepang.
Ia berharap dapat menciptakan taman Jepang khusus di Surabaya, dan sebaliknya, taman Surabaya di Jepang, baik di Surabaya sendiri maupun di kota-kota sister city seperti Kochi. “Hal ini akan memastikan bahwa pertukaran budaya terus berjalan,” imbuhnya.
Selain itu, Eri juga berharap adanya penampilan budaya dari berbagai kota sister city secara rutin di Surabaya, baik seminggu atau dua minggu sekali. Tujuannya adalah untuk menarik wisatawan asing dan memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing negara.
Eri juga menerangkan tentang keberadaan Kampung Jepang di Surabaya, dan berharap Konjen Takonai dapat membantu meningkatkan kualitasnya agar menyajikan makanan khas Jepang autentik, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan Jepang yang berkunjung ke Surabaya.
“Ketika ada wisatawan asing atau turis datang, mereka bisa menyaksikan langsung pertunjukan budaya ini,” terangnya.
Selain aspek budaya, pertemuan ini juga membahas potensi kerja sama di bidang tenaga kerja. Eri mengungkapkan bahwa Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja profesional, seperti perawat. Ia pun menawarkan kemungkinan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyalurkan warga profesional ke Jepang.
“Yang terpenting adalah ketika ekonomi bergerak, saya tanyakan apa yang dibutuhkan oleh pemerintah Jepang? Ternyata banyak kebutuhan akan tenaga kerja, terutama tenaga profesional seperti perawat. Kami berharap Pemkot Surabaya dapat memfasilitasi penyaluran tenaga kerja profesional ini, dan Bapak Konjen menyambut baik usulan tersebut,” ungkap dia.
Ia menambahkan bahwa Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya akan menindaklanjuti rencana ini agar warga Surabaya yang memiliki keahlian profesional dapat bekerja di Jepang sesuai dengan kebutuhan negara tersebut. “Kami dapat mengirimkan tenaga kerja profesional, seperti perawat, sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara,” imbuhnya. (ita)

