Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Laut Sedunia, dan Hari Penyu Sedunia, PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui Unit Pembangkitan (UP) Pacitan kembali menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dan konservasi laut.
Bersama komunitas Sahabat Penyu Pacitan, PLN UP Pacitan menggelar kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Pancer Door, Pacitan.
Kegiatan tersebut mencakup pelepasan 150 ekor tukik (anak penyu) dan 1 ekor penyu sisik ke laut lepas sebagai simbol nyata upaya penyelamatan ekosistem pesisir serta pencegahan kepunahan satwa laut yang dilindungi. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga diawali dengan aksi bersih pantai sebagai bagian dari kampanye pengurangan sampah plastik di wilayah pesisir.
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 400 peserta, termasuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pacitan, yaitu Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dandim 0801, jajaran Polres Pacitan beserta Ibu Bhayangkari, Kajari Pacitan, Komandan Lanal, komunitas Trash Hero Pacitan, serta lebih dari 100 karyawan dan manajemen PLN Nusantara Power UP Pacitan.
“Konservasi penyu bukan sekadar aksi simbolik, tapi bentuk tanggung jawab PLN NP untuk merawat harmoni antara energi dan alam. Melalui program ini, kami ingin menjadi bagian dari solusi jangka panjang menjaga laut dari ancaman plastik dan kepunahan satwa laut,” ungkap Ruly Firmansyah, Direktur Utama PLN Nusantara Power dalam keterangan tertulis, Kamis (19/06).
Sejak tahun 2016, PLN UP Pacitan secara konsisten mendukung konservasi penyu di beberapa titik pantai konservasi seperti Pantai Taman, Pantai Kili-Kili, dan Pantai Pancer, bekerja sama dengan kelompok binaan dan komunitas lokal seperti Sahabat Penyu Pacitan, Konservasi Penyu Kili-Kili, dan Konservasi Penyu Pantai Taman.
Dalam kesempatan yang sama, Senior Manager PLN Nusantara Power UP Pacitan, Munif, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang sejalan dengan nilai-nilai keberlanjutan PLN NP:
“Kami percaya bahwa keberhasilan operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan. Melalui program konservasi penyu ini, kami ingin menanamkan kesadaran ekologis tidak hanya kepada karyawan kami, tetapi juga masyarakat sekitar, bahwa laut dan satwanya adalah aset yang harus kita jaga bersama,” terang Munif.
Hingga tahun 2024, lebih dari 10.000 tukik telah berhasil dilepas ke laut. Sementara itu, hingga pertengahan tahun 2025, sebanyak 350 tukik telah dilepas dari total 3.000 telur penyu yang sedang dalam proses penetasan di fasilitas kolam konservasi yang didukung oleh PLN UP Pacitan. (ist)

