Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»EKONOMI BISNIS»Bangun Industri Baterai Listrik Terintegrasi

Bangun Industri Baterai Listrik Terintegrasi

EKONOMI BISNIS redaksi03/07/2025 - 14:00 WIB

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan Groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi Konsorsium PT Aneka Tambang Tbk bersama Indonesia Battery Corporation dan perusahaan joint venture CATL, Brunp, dan Lygend (Konsorsium ANTAM-IBC-CBL), yang dilaksanakan di dua tempat secara bersamaan yakni di Karawang, Jawa Barat, dan di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Bahlil menyampaikan bahwa proyek ini akan memiliki kapasitas produksi baterai kendaraan listrik sebesar 6,9 Giga Watt Hour (GWh) yang kemudian akan ditingkatkan menjadi 15 GWh. Hal ini akan mengokohkan posisi Indonesia sebagai produsen baterai kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara.

“15 GWh ini sama dengan kalau kita konversi ke baterai mobil, itu kurang lebih sekitar 250 ribu sampai 300 ribu mobil. Dan atas arahan Bapak Presiden kemarin, untuk kita bangun tidak hanya baterai mobil, tapi juga baterai untuk mengisi listrik dengan mempergunakan solar panel. Dan kemarin sudah kita bicarakan, sampai tadi malam, dan insya Allah mereka bersedia untuk kita kembangkan agar semua produk ada dalam negeri,” ujar Bahlil di Karawang, Minggu (29/06) kemarin.

Proyek industri baterai listrik terintegrasi ini merupakan ekosistem baterai berbasis nikel terintegrasi pertama di dunia dan terbesar di Asia Tenggara. Ekosistem ini mulai dari pertambangan nikel di Halmahera Timur hingga produksi baterai kendaraan listrik di Karawang.

Adapun pada kawasan industri energi baru Feni Haltim (FHT) Halmahera Timur mencakup lima subproyek utama, yaitu:
– Pertambangan nikel senilai USD 500 juta/IDR 7,6 triliun dengan kapasitas 10 juta ton per tahun
– RKEF (Rotary Klin Electric Furnace) senilai USD 1,4miliar/IDR 22,4 triliun dengan kapasitas 88 ribu tonFeNi per tahun
– HPAL (High Pressure Acid Leach) senilai USD 1,9 miliar/IDR 30,4 triliun dengan kapasitas 55 ribu ton MHP per tahun
– Material Baterai Katoda senilai USD 700 juta/IDR 11,2 triliun dengan kapasitas per tahun sebesar 16 ribu ton Ni Nikel Sulfat, 30 ribu ton Ni Prekursor, dan 30 ribu ton Ni Material Aktif Katoda.
– Daur ulang baterai senilai USD 200 juta/IDR 3,2 triliun dengan kapasitas 20 ribu ton per tahun

Sementara satu subproyek lainnya berlokasi di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, yakni Proyek Sel Baterai senilai USD 1,2 miliar/IDR 19,2 triliun dengan kapasitas 15 GWh.

Secara keseluruhan, proyek ini mencakup rencana investasi hingga hampir USD 6 miliar dengan potensi penciptaan 35 ribu lapangan kerja secara langsung dan tidak langsung, serta berkontribusi USD 42 miliar kepada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia setiap tahunnya. (esdm)

Industri Baterai Listrik
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.