Pemerhati otomotif, Bimo Aribowo menilai rencana penggunaan mobil Maung Pindad untuk pejabat negara perlu dikaji matang. Menurutnya, kendaraan tersebut memiliki bobot dan tenaga yang harus disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya.
“Kalau mobil Maung yang dirujuk sama seperti yang dipakai Presiden sejak tahun lalu, tipenya Pindad MV3 Garuda Limousine,” ujar Bimo, dalam wawancara bersama Pro 3 RRI, Selasa (21/10). Menurutnya, mobil Maung MV3 memiliki mesin diesel turbo 2.200 cc dengan tenaga 199 TK.
Dengan bobot sekitar 2,95 ton, lanjutnya, performa Maung MV3 ini lebih rendah dibanding SUV lainnya. Ia menilai, berat mobil bisa dimaklumi karena bodinya dibuat tahan peluru dengan plat dan kaca lebih tebal.
Bimo juga menyoroti efisiensi bahan bakar yang kemungkinan tidak irit karena bobot kendaraan cukup besar. “Kalau bobotnya besar, BBM-nya enggak bisa dibilang hemat ya,” ujarnya.
Bimo menilai, penggunaan Maung bisa menjadi pertimbangan simbol kebanggaan nasional. Hal ini karena melibatkan rancang bangun dalam negeri.
“Toyota Crown yang sekarang digunakan pejabat sebenarnya sudah lebih dari cukup. Tapi mungkin Presiden melihat nilai kemandirian industri otomotif Indonesia lebih penting,” kata Bimo.
Rencana penggunaan mobil Maung buatan PT Pindad oleh para menteri menjadi topik hangat setelah Presiden menyampaikan perintah tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Dalam kesempatan itu, Presiden sempat berkelakar agar seluruh menteri menggunakan Maung.
Sebelumnya, arahan serupa telah disampaikan Presiden Prabowo dalam retret kabinet di Akademi Militer, Magelang, pada akhir Oktober 2024. Mobil Maung Pindad diketahui menggunakan bahan baku lokal hingga 70 persen, sementara sisanya berasal dari Korea Selatan. (rri)

