Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Satukan Data dan Kebijakan, Surabaya Percepat Digitalisasi untuk Jaga Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

Satukan Data dan Kebijakan, Surabaya Percepat Digitalisasi untuk Jaga Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi

PERISTIWA Ita Nasyi’ah16/12/2025 - 09:47 WIB
Pemkot Surabaya menyatukan kebijakan inflasi, digitalisasi, dan inklusi keuangan melalui HLM bersama Forkopimda demi ekonomi kota yang stabil dan tumbuh.

Pemerintah Kota Surabaya menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi ekonomi digital melalui High Level Meeting (HLM) lintas tim strategis yang digelar di Balai Kota Surabaya, Senin (15/12/2025).

Rapat tingkat tinggi ini melibatkan TPID, TP2DD, TP2ED, dan TPAKD dengan dukungan Forkopimda, Bank Indonesia Jawa Timur, OJK Jawa Timur, BEI Jawa Timur, Bulog, BPS, hingga akademisi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa tantangan ekonomi ke depan membutuhkan pendekatan terpadu berbasis data, digitalisasi transaksi, dan inklusi keuangan.

“Pengendalian inflasi tidak bisa berdiri sendiri. Harus didukung digitalisasi data komoditas dan akses pembiayaan bagi pedagang serta UMKM,” kata Eri dalam forum tersebut.

Menurutnya, digitalisasi transaksi menjadi instrumen penting untuk membaca kebutuhan pasar secara akurat, mulai dari produksi hingga distribusi. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat memastikan ketersediaan stok dan menjaga harga tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dalam forum ini, sejumlah narasumber dari Kepolisian, Kejaksaan, Bulog, dan BPS memaparkan evaluasi inflasi akhir tahun, proyeksi pertumbuhan ekonomi, hingga strategi pengawasan distribusi pangan.

Eri menambahkan, pemetaan neraca komoditas menjadi dasar utama pengendalian inflasi di Surabaya. Setelah harga produsen dan pasar terpetakan, aparat penegak hukum dilibatkan untuk memastikan distribusi berjalan normal.

“Ketika pasokan aman dan harga stabil, daya beli masyarakat terjaga. Inilah kunci pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Ia menyebut, pendekatan kolaboratif yang dijalankan Surabaya mendapat apresiasi OJK karena dinilai selaras dengan kebijakan nasional penguatan ekonomi daerah.

Saat ini, Surabaya mencatatkan sejumlah indikator ekonomi positif, antara lain IPM 85,6 persen, investasi Rp40,48 triliun, tingkat kemiskinan 3,5 persen, dan pengangguran terbuka 4,84 persen.

Meski demikian, Eri menilai potensi ekonomi Surabaya masih bisa ditingkatkan. Dengan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp700 triliun, target pertumbuhan di atas 6 persen dinilai realistis jika didukung validasi data ekspor-impor dan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Sebagai kota jasa dan pusat logistik Indonesia Timur, Surabaya memiliki peluang besar. Tugas kita memastikan kebijakan dan data bergerak searah,” pungkasnya. (tas)

digitalisasi ekonomi ekonomi kota Surabaya Forkopimda Surabaya inflasi surabaya TP2DD TPID
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.