Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Surabaya sepanjang 2025 menunjukkan penguatan yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga awal Desember 2025, total dividen yang disetorkan BUMD kepada Pemkot Surabaya mencapai Rp204,6 miliar.
Kepala BPSDA Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengatakan capaian tersebut meningkat 4,75 persen dibandingkan realisasi dividen tahun sebelumnya. Ia menilai peningkatan ini mencerminkan perbaikan tata kelola korporasi di lingkungan BUMD Surabaya.
“Peningkatan dividen ini merupakan hasil dari efisiensi operasional, penguatan manajemen, serta optimalisasi unit-unit usaha yang telah berjalan,” jelasnya.
Di tengah tantangan fiskal akibat penyesuaian kebijakan Transfer ke Daerah (TKD), BUMD dinilai menjadi instrumen strategis Pemkot Surabaya dalam menjaga ketahanan keuangan daerah. Oleh karena itu, kontribusi BUMD terhadap PAD akan terus dioptimalkan.
Vykka menyebutkan, Pemkot Surabaya memproyeksikan setoran dividen BUMD tetap tumbuh pada 2026 seiring dengan rencana ekspansi usaha yang tengah disiapkan.
“BUMD akan diarahkan untuk mengembangkan lini bisnis baru seperti pengelolaan ducting yang terintegrasi dengan pihak swasta serta penguatan supply chain bahan pangan,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap ekspansi bisnis harus melalui kajian kelayakan yang matang serta selaras dengan arah pembangunan Kota Surabaya agar tidak menimbulkan risiko keuangan di kemudian hari.
“Targetnya bukan hanya meningkatkan dividen, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha dan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” pungkasnya. (tas)

