Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Surabaya Disebut Laboratorium Moderasi Sosial, Toleransi Jadi Kunci Harmoni Keberagaman

Surabaya Disebut Laboratorium Moderasi Sosial, Toleransi Jadi Kunci Harmoni Keberagaman

PERISTIWA Tiara AS24/12/2025 - 09:42 WIB
Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadikan Surabaya simbol moderasi sosial dan toleransi yang dinilai layak menjadi model nasional.

Keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang hidup berdampingan di Kota Surabaya menjadikan kota ini simbol moderasi sosial di tengah dinamika masyarakat urban Indonesia. Penilaian tersebut disampaikan oleh Ketua Karang Taruna Kota Surabaya, Febryan Kiswanto, Selasa (23/12/2025).

Menurut Febryan, Surabaya telah berkembang menjadi ruang sosial yang memungkinkan perbedaan hidup secara berdampingan dalam kerangka hukum, etika, dan nilai kebangsaan yang sama.

“Moderasi adalah keseimbangan antara komitmen moral dan kebiasaan sosial. Di Surabaya, keseimbangan itu tampak nyata dalam kehidupan warga,” ungkapnya.

Ia menilai keharmonisan antarkelompok masyarakat, mulai dari komunitas Jawa, Madura, Tionghoa, Arab, hingga kelompok etnis lainnya, menjadi bukti bahwa pluralitas bukan sumber konflik, melainkan kekuatan sosial dan budaya.

Fenomena tersebut diperkuat oleh karakter kampung-kampung di Surabaya yang memiliki solidaritas sosial tinggi dan partisipasi warga yang aktif dalam menjaga lingkungan sosialnya.

Febryan menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dua faktor utama. Pertama, pendidikan toleransi yang ditanamkan sejak dini melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Kedua, peran tokoh agama dan pemimpin masyarakat yang mengedepankan dialog, bukan eksklusivitas kelompok.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan konflik berbasis SARA masih menjadi ancaman laten di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan moderasi harus terus diperkuat agar tidak terjadi disintegrasi sosial.

“Moderasi bukan konsep ideal semata, tetapi praktik nyata yang harus dijaga dan diperkuat dalam struktur sosial masyarakat,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Febryan berharap Surabaya dapat menjadi referensi nasional dalam membangun tata kelola keberagaman yang inklusif, damai, dan berkelanjutan di era modern. (tas)

harmoni sosial keberagaman Indonesia moderasi sosial Surabaya pluralisme kota besar toleransi antar umat
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.