Kiprah pemuda Indonesia di forum internasional kembali mendapat pengakuan. Thania Audrey, mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR), berhasil menyabet tiga penghargaan internasional dalam ajang Global Youth Innovation Summit (GYIS) Batch 12, sebuah forum global yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara.
GYIS diselenggarakan oleh Pemuda Mendunia bersama International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Universiti Malaya (UM). Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemuda dunia untuk membahas isu kepemimpinan, inovasi sosial, teknologi, dan keberlanjutan dalam perspektif global.
Dalam forum tersebut, Thania tergabung dalam SweetNfavoury Team dan mempresentasikan proyek sosial berjudul “Small Treats, Big Opportunities”. Proyek ini berfokus pada pemberdayaan perempuan muda dari keluarga prasejahtera melalui pengembangan UMKM kuliner rumahan yang berkelanjutan.
“Inisiatif ini berangkat dari keinginan kami untuk menciptakan peluang ekonomi yang inklusif dan realistis bagi perempuan muda,” jelas Thania.
Proyek tersebut dinilai relevan dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, serta penciptaan lapangan kerja layak. Selain aspek sosial, proposal juga dinilai memiliki potensi implementasi nyata di tingkat komunitas.
Selama GYIS berlangsung, Thania aktif mengikuti seminar internasional, diskusi panel, hingga sesi jejaring lintas negara. Kombinasi kepemimpinan, komunikasi efektif, dan kekuatan tim mengantarkannya meraih Most Inspirational Leader, Most Favourite Team Award, serta Juara III Presentasi Proyek Inovasi SDGs.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa pemuda Indonesia memiliki daya saing global dan mampu menawarkan solusi konkret terhadap persoalan sosial dunia. Thania berharap pencapaian ini dapat mendorong lebih banyak generasi muda Indonesia untuk berani berkontribusi di forum internasional. (tas)

