Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Cegah Pornografi hingga Radikalisme, Pemkot Surabaya Batasi Gawai dan Internet untuk Anak

Cegah Pornografi hingga Radikalisme, Pemkot Surabaya Batasi Gawai dan Internet untuk Anak

PERISTIWA Tiara AS28/12/2025 - 12:49 WIB
Pemkot Surabaya membatasi penggunaan gawai dan internet anak sebagai langkah mencegah pornografi, perundungan, dan radikalisme digital.

Maraknya kasus perundungan, konten pornografi, hingga paparan paham radikalisme yang melibatkan anak mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan penggunaan gawai dan internet. Langkah ini diatur melalui Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/34733/436.7.8/2025.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebutkan, kebijakan tersebut menjadi respons atas berbagai temuan lapangan yang menunjukkan bahwa gawai kerap menjadi pintu masuk anak terhadap perilaku menyimpang.

“Banyak kasus balap liar, geng motor, narkoba, bahkan kekerasan ekstrem berawal dari komunikasi lewat handphone. Anak-anak belum mampu memilah konten secara mandiri,” ungkap Eri.

Ia mengungkapkan, dari hasil pemantauan di sejumlah sekolah, mayoritas anak pernah mengakses konten kekerasan dan pornografi. Bahkan, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Densus 88 Antiteror dalam memantau potensi radikalisme digital yang menyasar anak.

“Dalam satu kasus, anak belajar menyakiti bahkan membunuh orang lain dari tutorial digital. Ini kenyataan pahit yang sering luput dari perhatian orang tua,” ujarnya.

Melalui kebijakan ini, penggunaan gawai di sekolah dibatasi secara ketat. Siswa hanya boleh menggunakan ponsel atas izin guru, sementara guru dan tenaga pendidik juga diminta tidak menggunakan gawai saat proses belajar mengajar berlangsung.

Di rumah, orang tua diminta menjadi garda terdepan pengawasan dengan membatasi waktu layar maksimal dua jam per hari, menggunakan fitur parental control, serta memastikan anak tidak menggunakan gawai secara tertutup di kamar tidur.

Eri menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan Pemkot Surabaya bersifat edukatif, bukan represif. Tidak ada sanksi hukuman, melainkan pembinaan karakter dan peningkatan kesadaran orang tua.

“Handphone tidak bisa menggantikan peran orang tua. Ketika gawai mengambil alih peran pengasuhan, di situlah masalah besar dimulai,” tegasnya.

Untuk mendukung kebijakan ini, Pemkot Surabaya menyiapkan berbagai program pendampingan bagi orang tua dan guru, membuka saluran pengaduan resmi, serta melakukan evaluasi berkala.

Dengan langkah ini, Pemkot Surabaya berharap anak-anak tumbuh dalam lingkungan digital yang aman, sehat, dan berorientasi pada nilai agama serta Pancasila sebagai bekal menuju masa depan bangsa. (tas)

anak dan internet dampak negatif gawai Eri Cahyadi keamanan digital anak Surabaya lindungi anak
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.