Kiprah alumnus Universitas Airlangga kembali memberi warna bagi dunia kesehatan nasional. Dr dr Muhammad Riendra, SpBTKV Subsp VE(K) FIATCVS, lulusan Fakultas Kedokteran UNAIR, kini mengemban amanah sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Andalas (RS UNAND).
Perjalanan kepemimpinan Dr Riendra tidak datang secara instan. Selama enam tahun, ia dipercaya memimpin Instalasi Gawat Darurat RS M Djamil. Pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat sebelum akhirnya ia dilantik sebagai Direktur Utama RS UNAND pada Maret 2025.
Bagi Dr Riendra, pendidikan di UNAIR bukan hanya membentuk keahlian klinis, tetapi juga karakter kepemimpinan. Ia mengingat pesan para gurunya di UNAIR yang menanamkan ketangguhan, keberanian mengambil keputusan, serta semangat memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam memimpin RS UNAND, ia menekankan bahwa manajemen rumah sakit berbeda dengan praktik klinis. Jika keputusan klinis berdampak pada satu pasien, maka keputusan manajerial menyangkut kepentingan banyak orang. Karena itu, nilai kejujuran, kebaikan, dan keteladanan menjadi prinsip utama yang ia terapkan.
Inovasi menjadi fokus kepemimpinannya, salah satunya melalui gagasan pengembangan rumah sakit berbasis wakaf. Inisiatif ini diharapkan mampu menghadirkan layanan kesehatan baru yang sebelumnya belum tersedia, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan pendanaan rumah sakit pendidikan.
Dr Riendra juga menyoroti peran alumni Bedah TKV UNAIR yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Menurutnya, para alumni tersebut telah berkontribusi nyata dalam menghidupkan layanan bedah jantung, toraks, dan vaskular, termasuk di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.
Ia menutup dengan refleksi bahwa alumni berdampak adalah mereka yang mampu memberi manfaat jangka pendek maupun jangka panjang bagi masyarakat dan bangsa. Baginya, posisi Direktur Utama RS UNAND merupakan peluang kepemimpinan untuk berkontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. (tas)
