Isu penyebaran super flu menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Meski belum ditemukan kasus, Pemkot tetap mengedepankan langkah pencegahan melalui penguatan skrining kesehatan dan kesiapsiagaan layanan medis.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa hingga kini kondisi kesehatan masyarakat Surabaya masih terkendali. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi warga yang baru kembali dari perjalanan liburan.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kurang sehat, seperti demam, batuk, atau flu, agar tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Eri.
Ia menambahkan, skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan dari luar negeri telah diterapkan secara ketat sebagai bagian dari deteksi dini penyakit menular. Langkah ini juga dibarengi dengan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit di seluruh wilayah Surabaya.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan bahwa istilah super flu bukanlah istilah medis resmi. Istilah tersebut umumnya digunakan untuk menggambarkan influenza atau ISPA dengan gejala lebih berat atau penyebaran yang cepat.
“Gejala yang perlu diwaspadai meliputi demam mendadak, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas,” jelasnya.
Dinkes Surabaya juga meningkatkan edukasi dan promosi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Selain itu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama rumah sakit rujukan, kader kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Nanik mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat.
“Jika mengalami gejala flu berat atau tidak membaik, segera periksakan diri. Deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah penularan,” pungkasnya. (tas)
