Komitmen Jawa Timur dalam memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu kembali ditegaskan melalui kehadiran Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada peresmian 166 Sekolah Rakyat (SR) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Jawa Timur mencatatkan capaian tertinggi dengan 26 titik Sekolah Rakyat yang telah aktif dan menjangkau 2.450 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Seluruh Sekolah Rakyat di Jawa Timur sudah beroperasi. Anak-anak ini mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa biaya, dengan sistem asrama yang ditanggung penuh oleh negara,” kata Khofifah.
Ia menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi ribuan anak di Jawa Timur, mulai dari Surabaya hingga Pacitan. Menurutnya, pendidikan adalah jalan utama untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Tak hanya menghadiri peresmian, Khofifah juga mengapresiasi keterlibatan siswa dan guru Sekolah Rakyat Jawa Timur dalam rangkaian acara nasional tersebut. Sebanyak 14 siswa terbaik dari berbagai SR di Jatim tampil menunjukkan kemampuan akademik dan non-akademik di hadapan Presiden.
Salah satu siswi dari SR Malang bahkan menampilkan pidato dalam bahasa Arab, sementara siswa lainnya menampilkan atraksi baris-berbaris lintas sekolah yang mendapat pujian langsung dari Presiden Prabowo.
“Ini membuktikan bahwa anak-anak dari keluarga tidak mampu pun memiliki potensi besar jika diberi kesempatan yang setara,” ujar Khofifah.
Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memastikan kesejahteraan rakyat dapat dirasakan secara nyata, khususnya melalui sektor pendidikan.
Senada, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyebut Jawa Timur sebagai provinsi dengan kontribusi tertinggi dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Jawa Timur menjadi contoh keberhasilan pelaksanaan Sekolah Rakyat. Ini hasil kerja kolaboratif yang kuat antara pusat dan daerah,” kata Gus Ipul.
Dengan tambahan rencana delapan SR baru pada 2026, Jawa Timur diproyeksikan tetap menjadi garda terdepan dalam program pendidikan inklusif nasional. (tas)
