Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kembali diwujudkan melalui pelaksanaan pasar murah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan ini menjadi solusi langsung bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus menjadi instrumen efektif pengendalian inflasi daerah di awal tahun 2026.
“Pasar murah ini kami lakukan agar masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di tengah dinamika harga pangan,” kata Khofifah.
Berbagai komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran, mulai dari beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, hingga telur ayam ras Rp22.000 per pack.
Selain itu, masyarakat juga dapat membeli tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih sinco Rp6.000 per 250 gram, serta bawang merah Rp7.000 per 250 gram. Stok yang disediakan dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar.
Menurut Khofifah, meskipun ketersediaan pangan di Jawa Timur relatif aman, pemerintah tetap melakukan intervensi pasar untuk menjaga keterjangkauan harga.
“Yang terpenting bukan hanya stoknya aman, tetapi juga harganya harus terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.
Di Kabupaten Gresik, pasar murah telah digelar sebanyak sembilan kali, dengan delapan kali pelaksanaan pada 2025 dan satu kali pada awal 2026. Hal ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Pemprov Jatim bersama pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Pasar murah ini terselenggara berkat kolaborasi Pemprov Jawa Timur, Perum Bulog, serta pelaku IKM lokal. Pemerintah provinsi menjalankan peran komplementer dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Warga menyambut positif kegiatan tersebut. Santi, warga Desa Banjarsari, mengaku sangat terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah.
“Minyak dan berasnya jauh lebih murah dari pasar. Sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Suparno, warga lainnya, yang berharap pasar murah dapat rutin digelar karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kecil.
“Barangnya lengkap, tertib, dan harganya terjangkau. Semoga sering diadakan,” tandasnya. (tas)
