Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menegaskan perannya dalam pengembangan sumber daya manusia unggul melalui pembukaan Beasiswa Angka Nitisastro tahun 2026. Program ini ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) dengan kuota terbatas sebanyak 84 penerima, yang akan mendapatkan dukungan penuh dalam kegiatan riset bertaraf top tier.
Pembukaan beasiswa ini menjadi bagian dari komitmen ITS dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi berbasis riset serta mendorong pembelajaran berkelanjutan. Pendidikan pascasarjana dipandang sebagai instrumen penting dalam menjaga relevansi pengetahuan di tengah perkembangan ilmu dan teknologi yang dinamis, sekaligus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin keempat tentang pendidikan berkualitas.
ITS sendiri menyediakan beragam jalur pendidikan pascasarjana, mulai dari program magister, doktor, hingga profesi. Skema pembelajaran yang ditawarkan mencakup jalur reguler maupun berbasis riset, dengan pilihan perkuliahan tatap muka dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sehingga memberikan fleksibilitas bagi calon mahasiswa.
Untuk mendukung akses pendidikan yang lebih luas, ITS juga menghadirkan berbagai skema beasiswa pascasarjana. Beberapa di antaranya meliputi Beasiswa Fast Track untuk jalur S1–S2 dan S2–S3, Beasiswa Fresh Graduate, Fast-D, Beasiswa Unggulan untuk jenjang doktoral, Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), hingga beasiswa yang terintegrasi dengan penelitian dosen.
Secara khusus, Beasiswa Angka Nitisastro dirancang untuk menjaring mahasiswa unggul dengan rekam jejak akademik dan potensi riset yang kuat. Selain pembebasan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), penerima beasiswa juga memperoleh uang saku serta kesempatan terlibat aktif sebagai asisten peneliti dalam kegiatan riset dosen pembimbing. Skema ini diharapkan dapat memberikan pengalaman akademik dan penelitian yang lebih intensif sejak awal masa studi.
Berbeda dengan program beasiswa lain, calon penerima Beasiswa Angka Nitisastro diwajibkan memastikan kesesuaian topik riset dengan promotor yang telah ditetapkan ITS sejak tahap pendaftaran. Jumlah promotor dibatasi dan dipilih berdasarkan keterkaitan keilmuan dengan topik penelitian, guna menjaga kualitas dan fokus riset yang dihasilkan.
Dari sisi persyaratan akademik, ITS menetapkan standar yang cukup ketat. Pelamar jenjang S2 harus memiliki IPK S1 minimal 3,25, berusia maksimal 27 tahun, serta berasal dari program studi terakreditasi Unggul atau A. Sementara untuk jenjang S3, pelamar diwajibkan memiliki IPK S2 minimal 3,50 dengan usia maksimal 30 tahun, serta latar belakang pendidikan S1 dan S2 dari program studi terakreditasi Unggul atau A.
Seluruh proses pendaftaran dan seleksi Beasiswa Angka Nitisastro dilakukan secara daring melalui laman resmi admisi ITS. Pendaftaran dibuka mulai 5 hingga 28 Januari 2026, dengan batas akhir pembayaran biaya pendaftaran pada 28 Januari 2026. Calon mahasiswa juga diwajibkan mengisi sistem Seleksi Mandiri ITS (SMITS) paling lambat 29 Januari 2026.
Tahap ujian masuk dijadwalkan berlangsung pada awal Februari 2026, dengan pengumuman hasil seleksi pada 9 Februari 2026. Peserta yang dinyatakan lulus wajib melakukan pengisian Sistem Informasi Pendataan Mahasiswa Baru (SIPMABA) ITS serta daftar ulang, sebelum resmi memulai perkuliahan pada 23 Februari 2026. (tas)

