Antusiasme pelajar tampak semakin kuat pada hari kedua Airlangga Education Expo (AEE) 2026. Tidak hanya menyuguhkan informasi akademik, ajang ini juga menjadi ruang refleksi bagi siswa untuk mengenali potensi diri sebelum melangkah ke jenjang pendidikan tinggi.
Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah diskusi interaktif bertema MBTI: Mapping Your Best Talent and Interest bersama Rudi Cahyono, M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR).
Dalam pemaparannya, Rudi menyampaikan bahwa kesuksesan seseorang tidak bisa diukur hanya dari capaian akademik. Menurutnya, pemahaman terhadap minat dan bakat justru menjadi kunci dalam menentukan arah masa depan.
“Kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh kecerdasan intelektual semata. Banyak faktor lain yang berperan, termasuk bagaimana seseorang mengenali dan mengelola potensi dirinya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa bakat merupakan potensi bawaan yang bersifat tersembunyi dan membutuhkan usaha serta lingkungan yang mendukung agar dapat berkembang. Tanpa pengelolaan yang tepat, bakat tersebut tidak akan memberikan dampak nyata bagi kehidupan individu.
Keselarasan antara minat dan bakat, lanjut Rudi, sangat menentukan kenyamanan dan keberhasilan seseorang dalam menjalani perkuliahan hingga memasuki dunia kerja. Ketidaktepatan dalam memilih jurusan berisiko membuat individu kehilangan arah karier.
Dalam sesi tersebut, Rudi juga mengulas peran Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) sebagai alat bantu untuk memahami kepribadian. MBTI membagi preferensi individu ke dalam empat dimensi utama yang memengaruhi cara bekerja dan berinteraksi.
“Setiap tipe kepribadian memiliki kecenderungan karier yang berbeda. Mengenali MBTI membantu kita memahami pekerjaan apa yang paling selaras dengan karakter diri,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, AEE 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi pendidikan, tetapi juga menjadi ruang pembekalan mental bagi generasi muda agar lebih siap menentukan masa depan sesuai potensi terbaiknya. (tas)
