Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi ajang nyata mahasiswa mengaplikasikan ilmu sekaligus berkontribusi langsung bagi masyarakat. Tinggal dan hidup berdampingan dengan warga desa selama beberapa minggu memberikan pengalaman berharga, khususnya dalam memahami persoalan riil di tingkat akar rumput.
Pengalaman tersebut dirasakan oleh Hafid Aditya Wicaksana, mahasiswa Ilmu Informasi dan Perpustakaan FISIP UNAIR. Dalam program BBK di Desa Banjarrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Hafid memanfaatkan keahliannya untuk membantu pelaku UMKM membangun website usaha.
Ia mengungkapkan, kemampuan membuat website pertama kali ia peroleh melalui tugas perkuliahan. Dari sana, Hafid menyadari bahwa keterampilan tersebut memiliki manfaat besar jika diterapkan di tengah masyarakat.
“Website bisa menjadi sarana penting untuk memperkenalkan usaha dan menjaga keberlanjutan UMKM,” tuturnya.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih kesulitan mengakses teknologi digital. Hambatan utama berasal dari keterbatasan pengetahuan teknis serta persepsi bahwa pembuatan website membutuhkan biaya tinggi.
Bersama tim BBK, Hafid kemudian menawarkan solusi praktis dengan memanfaatkan platform website builder gratis dan domain berbiaya murah. Pendekatan ini memungkinkan UMKM memiliki media digital tanpa harus memahami bahasa pemrograman yang rumit.
“Target pengguna masih terbatas, jadi sistem sederhana sudah cukup. Yang penting pelaku UMKM mau belajar dan mencoba,” ujarnya.
Hasilnya, sejumlah UMKM Desa Banjarrejo kini memiliki website sederhana untuk mendukung pemasaran produk mereka. Kegiatan ini juga menarik minat masyarakat umum hingga anak-anak yang ingin mengenal teknologi digital secara langsung.
Selama BBK, Hafid tidak hanya fokus pada program digitalisasi. Ia dan rekan-rekannya juga terlibat membantu petani di sawah serta mengamati potensi desa, termasuk pemanfaatan waduk sebagai sumber pendapatan tambahan bagi desa.
Pengalaman tersebut memperkaya pemahaman Hafid tentang dinamika desa dan potensi pengembangan berbasis kreativitas lokal. BBK pun menjadi bukti bahwa sinergi antara ilmu pengetahuan dan masyarakat mampu mendorong desa menjadi lebih berdaya dan adaptif terhadap perubahan zaman. (tas)
