Menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan 2026, Pemerintah Kota Surabaya memastikan kondisi harga bahan pokok masih relatif stabil. Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemkot Surabaya menggencarkan pelaksanaan Pasar Murah dan Operasi Pasar di berbagai wilayah kota.
Kepala Dinkopumdag Surabaya, Mia Santi Dewi, mengatakan bahwa lonjakan permintaan menjelang hari besar keagamaan telah diantisipasi dengan memperluas jangkauan Pasar Murah. Selama Ramadan, kegiatan ini akan digelar serentak di 31 kecamatan dan dilaksanakan di dua lokasi berbeda setiap hari.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap mudah mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang Ramadan,” kata Mia, Senin (2/2/2026).
Hasil pemantauan harga per 2 Februari 2026 menunjukkan bahwa harga beras premium dan medium masih terkendali. Beras premium berada di angka Rp15.416 per kilogram, sementara beras medium tercatat Rp12.750 per kilogram. Harga gula kristal putih juga stabil di kisaran Rp16.833 per kilogram.
Untuk minyak goreng, harga curah masih berada di Rp19.916 per kilogram. Minyak goreng kemasan premium tercatat Rp18.500 per liter, sedangkan Minyakita mengalami penurunan tipis menjadi Rp15.966 per liter.
Pada komoditas protein, harga daging sapi paha tercatat Rp116.666 per kilogram, sementara harga daging ayam ras turun menjadi Rp36.500 per kilogram. Harga telur ayam ras masih bertahan di kisaran Rp28.000 per kilogram.
Komoditas cabai menjadi salah satu perhatian utama karena sifatnya yang mudah berfluktuasi. Cabai rawit merah tercatat Rp61.166 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting dan cabai merah besar justru mengalami penurunan harga. Fluktuasi ini dipengaruhi faktor cuaca dan peningkatan permintaan jelang hari besar.
Pemkot Surabaya memastikan ketersediaan stok pangan dalam kondisi aman. Bahkan, beberapa komoditas sayuran seperti kol, kentang, tomat, wortel, dan buncis mengalami penurunan harga dalam beberapa hari terakhir.
Selain Pasar Murah, Dinkopumdag rutin melaksanakan Operasi Pasar, salah satunya dengan penyaluran Minyakita bekerja sama dengan produsen dan distributor. Intervensi serupa akan dilakukan pada komoditas lain jika terjadi lonjakan harga signifikan.
Dalam jangka panjang, Pemkot Surabaya juga memperkuat kerja sama antar daerah melalui skema business to business yang dijalankan BUMD Pangan Surabaya dengan wilayah penghasil seperti Nganjuk, Kediri, Mojokerto, dan Blitar.
Mia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan. Pedagang juga diminta mematuhi ketentuan harga agar stabilitas pasar tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. (tas)
