Kawasan eks Hi-Tech Mal di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Kota Surabaya tengah melakukan revitalisasi besar-besaran untuk mengubah bangunan tersebut menjadi pusat kreativitas, sains, dan teknologi yang ramah bagi anak muda.
Revitalisasi tahap awal difokuskan pada area basement, lantai dasar, serta pembaruan fasad dan struktur utama gedung. Kepala DPRKPP Kota Surabaya, Iman Kristian, menyebut proyek ini dirancang sebagai ruang kolaborasi terbuka yang mendukung pengembangan diri generasi muda.
“Konsep besarnya adalah menjadikan eks Hi-Tech Mal sebagai self improvement center, khususnya bagi anak muda Surabaya,” kata Iman.
Gedung lima lantai ini akan diisi beragam fungsi. Basement akan dimanfaatkan sebagai toko modern, food court, dan multifunction hall untuk kegiatan komunitas. Lantai dasar tetap mempertahankan toko-toko IT, dilengkapi area food and beverage seperti coffee shop.
Lantai satu dan dua akan menjadi ruang organisasi kepemudaan, studio musik, serta pusat industri kreatif. Sementara lantai tiga dirancang sebagai immersive space, yaitu ruang audio visual interaktif yang dapat digunakan untuk pameran kreatif dan pertunjukan seni.
Tak hanya itu, fasilitas olahraga seperti paddle, billiard, hingga pemanfaatan bekas bioskop sebagai teater pemutaran film karya sineas lokal juga akan dihadirkan. Di area belakang, Surabaya Expo Center (SBEC) telah aktif sebagai lokasi konser dan acara hiburan, sementara bekas kolam renang akan dialihfungsikan menjadi lapangan mini soccer.
Pemkot Surabaya juga merencanakan kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra teknologi untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi. Sejumlah komunitas dan organisasi kepemudaan akan berkantor di kawasan ini guna menciptakan interaksi lintas bidang.
Dengan konsep tersebut, Pemkot Surabaya optimistis eks Hi-Tech Mal akan kembali hidup sebagai ruang publik modern, destinasi kreatif keluarga, sekaligus ikon baru pengembangan industri kreatif di pusat kota. (tas)
