Menyusul cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya saat hujan lebat disertai angin kencang.
Eri menegaskan bahwa salah satu langkah penting untuk menghindari risiko adalah tidak berteduh di bawah pohon rindang ketika hujan turun. Pasalnya, kecepatan dan arah angin saat ini sulit diprediksi.
“Saat hujan, mohon jangan berteduh di bawah pohon. Lebih aman di dalam bangunan karena angin sekarang tidak bisa diperkirakan,” kata Eri, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan peringatan BMKG, cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga 10 Februari 2026. Kondisi ini ditandai dengan hujan intensitas tinggi, angin kencang, dan kemungkinan hujan es di beberapa wilayah.
Wali Kota Eri menyebutkan, meski pada siang hari cuaca terkadang terlihat normal, perubahan ekstrem bisa terjadi secara mendadak pada malam hari. Oleh karena itu, kewaspadaan warga menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.
Pemkot Surabaya juga telah menyiapkan langkah penanganan cepat jika terjadi dampak cuaca ekstrem. Bantuan darurat seperti pemasangan terpal dan perbaikan atap rumah akan segera dilakukan, sebagaimana yang telah diterapkan di beberapa wilayah terdampak sebelumnya.
Selain peran pemerintah, Eri menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mitigasi bencana. Warga diimbau saling mengingatkan serta segera melapor melalui layanan darurat 112 jika menemukan kejadian membahayakan.
“Kita tidak bisa menyerahkan semuanya kepada pemerintah. Kita harus saling menjaga dan berjibaku bersama,” pungkasnya. (tas)
