Upaya Pemerintah Kota Surabaya dalam memperluas akses pendidikan tinggi kembali ditegaskan melalui kerja sama dengan 32 perguruan tinggi, terdiri dari PTN dan PTS. Penandatanganan MoU yang digelar pada Kamis (5/2/2026) ini menjadi langkah konkret menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi mahasiswa ber-KTP Surabaya.
Program beasiswa yang diatur dalam Perwali Nomor 4 Tahun 2026 tentang Beasiswa Pemuda Tangguh dinilai menjadi angin segar bagi mahasiswa yang terancam putus kuliah akibat persoalan ekonomi. Tidak adanya pembatasan antara PTN dan PTS membuat kebijakan ini dianggap lebih adil dan progresif.
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Harjo Seputro, menyampaikan apresiasinya atas kebijakan tersebut. Ia menyebut bantuan biaya pendidikan ini sangat berdampak langsung bagi keberlanjutan studi mahasiswa.
“Program ini sangat membantu mahasiswa agar tidak drop out. Kami ingin mereka tidak hanya lulus, tetapi juga memiliki keterampilan tambahan yang siap bersaing di dunia kerja,” kata Harjo.
Selain bantuan finansial, Untag Surabaya menyiapkan skema pelatihan dan pelibatan mahasiswa dalam riset dosen sebagai bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia.
Dari sisi PTS, Rektor Universitas Wijaya Putra (UWP), Budi Endarto, menilai kebijakan Wali Kota Surabaya sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada warga.
“Ini kebijakan revolusioner. Yang dilihat adalah warga Surabaya, bukan status kampusnya. Inilah esensi keadilan dalam pendidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Universitas Ciputra juga menegaskan pentingnya program ini dalam menjaga keberlanjutan studi mahasiswa. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UC, Trianggoro Wiradinata, menyebut pihaknya telah melakukan verifikasi ketat terhadap calon penerima.
“Kondisi ekonomi mahasiswa sangat dinamis. Program ini memastikan mereka yang memiliki kemampuan tetap bisa menyelesaikan kuliah,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan perguruan tinggi, beasiswa Pemuda Tangguh diharapkan tidak hanya menjadi bantuan jangka pendek, tetapi juga investasi sosial jangka panjang bagi masa depan generasi muda Surabaya. (tas)
