Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 yang tinggal hitungan bulan mendorong Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya memperkuat kesiapan sekolah, khususnya dalam penguasaan literasi siswa dan kesiapan infrastruktur berbasis komputer.
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dirancang sejak awal dan terus dievaluasi secara berkala. Ia menegaskan bahwa TKA menuntut pendekatan pembelajaran yang berbeda dibandingkan evaluasi sebelumnya.
“Kalau dulu banyak hafalan, sekarang anak-anak dituntut memahami bacaan, menganalisis, lalu merumuskan jawaban,” ujar Febrina.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dispendik Surabaya telah menggelar beberapa kali try out TKA serta menyediakan paket soal latihan yang dapat diakses siswa melalui sistem pembelajaran sekolah. Paket latihan tersebut disusun secara bertahap dan berkelanjutan guna melatih kesiapan siswa menghadapi soal TKA.
“Paket soal itu sistemik. Kalau satu paket selesai, bisa lanjut ke paket berikutnya. Ini murni untuk melatih anak-anak menghadapi materi TKA,” jelasnya.
Di sisi lain, kesiapan teknis juga menjadi perhatian utama. Dispendik memastikan ketersediaan komputer di sekolah mencukupi serta jaringan internet dan bandwidth dalam kondisi stabil. Koordinasi dengan PLN turut dilakukan guna mengantisipasi gangguan pasokan listrik selama ujian berlangsung.
Tak hanya itu, supervisi dilakukan secara langsung ke sekolah-sekolah untuk memetakan kesiapan sarana. Apabila ditemukan kekurangan, Dispendik akan memfasilitasi solusi melalui komunikasi dengan pihak sekolah.
Febrina menyebut masih terdapat waktu yang cukup untuk menyesuaikan jumlah peserta dengan ketersediaan sarana sebelum hari pelaksanaan. Ia pun memastikan seluruh kebutuhan akan dipenuhi tepat waktu.
Sebagai informasi, TKA 2026 jenjang SMP dijadwalkan berlangsung pada 6–16 April 2026, sedangkan jenjang SD akan dilaksanakan pada 20–30 April 2026. Dispendik Surabaya optimistis pelaksanaan TKA tahun ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis. (tas)
