Pengukuhan lima guru besar Universitas Airlangga (UNAIR) pada Kamis (12/2/2026) menghadirkan momen istimewa. Selain memperkuat barisan akademisi lintas disiplin, prosesi tersebut mencatat sejarah dengan dilantiknya sepasang suami istri sebagai profesor secara bersamaan.
Acara yang digelar di Aula Garuda Mukti Kampus MERR-C itu dipimpin langsung Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan. Dalam pidatonya, ia menekankan bahwa UNAIR berperan sebagai motor pembangunan berkelanjutan melalui riset dan inovasi.
Menurutnya, pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penguatan peran universitas dalam menjawab tantangan bangsa.
Lima guru besar yang dikukuhkan berasal dari beragam bidang, mulai kesehatan masyarakat hingga ekonomi. Namun sorotan tertuju pada Prof Dr Unggul Heriqbaldi dan Prof Dian Ekowati dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Prof Unggul dikenal sebagai pakar ekonomi perdagangan dan moneter internasional, sementara Prof Dian mendalami studi keorganisasian. Keduanya memiliki rekam jejak akademik internasional dan pernah menempuh pendidikan di Australia pada periode yang berdekatan.
Perjalanan akademik mereka menunjukkan bahwa komitmen terhadap ilmu pengetahuan dapat tumbuh beriringan dengan perjalanan rumah tangga. Capaian tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda akademisi.
Rektor UNAIR berpesan agar para profesor baru terus menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan integritas dan dedikasi. Ia berharap karya ilmiah dan kontribusi mereka memberi dampak luas bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Pengukuhan ini sekaligus menegaskan posisi UNAIR sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten melahirkan ilmuwan berkelas global dengan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. (tas)

