Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Daniel Blockert, di Gedung Negara Grahadi, Kamis (12/2/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen memperluas kerja sama strategis antara Jawa Timur dan Swedia.
Salah satu agenda prioritas adalah pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) sebagai tulang punggung transportasi publik modern di kawasan metropolitan Surabaya. Khofifah optimistis pengalaman Swedia dalam manajemen transportasi, sistem tiket, hingga solusi parkir dapat mendukung percepatan proyek tersebut.
Selain transportasi, kerja sama pendidikan menjadi perhatian utama. Delegasi Swedia dijadwalkan mengunjungi Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk menjajaki program beasiswa, khususnya jenjang doktoral bidang kesehatan.
Tak hanya pendidikan tinggi, Khofifah juga menawarkan kolaborasi peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi siswa enam SMA Taruna berbasis boarding school di Jawa Timur. Program tersebut diharapkan memperkuat daya saing global lulusan sekolah unggulan daerah.
Dubes Daniel Blockert menyatakan Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai mitra strategis. Ia menilai sektor transportasi, pendidikan, energi, dan manufaktur memiliki irisan kepentingan yang kuat antara kedua pihak.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran Kedutaan Besar Swedia dan perwakilan perusahaan Swedia yang telah berinvestasi di Indonesia.
Khofifah berharap sinergi ini tidak berhenti pada tataran diplomasi, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur. (tas)

