Ribuan warga memadati kawasan Pantai Batu-Batu, Taman Suroboyo, Kenjeran, Minggu pagi (15/2/2026) dalam Aksi Kurve Bersih Pantai memperingati HPSN 2026. Secara keseluruhan, 61.500 warga ambil bagian dalam gerakan serentak yang digelar di 243 titik kerja bakti di seluruh Surabaya.
Aksi ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam mendukung instruksi Prabowo Subianto terkait penguatan pengelolaan sampah nasional.
Wali Kota Eri Cahyadi menekankan pentingnya perubahan perilaku warga, khususnya pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Ia juga menyoroti fenomena pembuangan sampah besar seperti kasur dan kursi saat kerja bakti, yang dinilai menyimpang dari tujuan utama kegiatan.
Pemkot berencana memasang pembatas sampah di hulu, tengah, dan hilir aliran sungai guna mengidentifikasi sumber kiriman sampah. Langkah ini diharapkan memperkuat edukasi serta pengawasan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, menyebut tren kesadaran pemilahan sampah terus membaik, meski mobilitas penduduk kota besar menjadi tantangan tersendiri. DLH juga menginstruksikan pelaksanaan kurve pagi rutin di seluruh kantor pemerintahan.
Seluruh sampah yang terkumpul akan ditimbang sebelum dikirim ke TPA Benowo sebagai bagian dari evaluasi pengurangan timbulan sampah.
Melalui HPSN 2026, Pemkot Surabaya berharap gerakan bersih tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi budaya kolektif demi mewujudkan kota yang aman, sehat, resik, dan indah. (tas)

