Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»UNAIR Ungkap Perbedaan Intermittent Fasting dan Puasa Ramadan dari Perspektif Ilmu Gizi

UNAIR Ungkap Perbedaan Intermittent Fasting dan Puasa Ramadan dari Perspektif Ilmu Gizi

PERISTIWA Tiara AS18/02/2026 - 12:12 WIB
Dosen UNAIR jelaskan beda intermittent fasting dan puasa Ramadan, termasuk dampaknya terhadap metabolisme dan kebutuhan energi.

Fenomena intermittent fasting semakin populer sebagai strategi pengendalian berat badan. Namun, praktik tersebut memiliki perbedaan signifikan dengan puasa Ramadan yang bersifat ibadah. Hal ini dijelaskan oleh Mahmud Aditya Rifqi, Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Rabu (18/2/2026).

Mahmud menyebut bahwa puasa Ramadan dan intermittent fasting memang sama-sama mengatur waktu makan, tetapi memiliki landasan berbeda. Ramadan berorientasi spiritual, sedangkan intermittent fasting berfokus pada manfaat kesehatan.

Dalam Ramadan, umat Muslim berpuasa sekitar 13–14 jam tanpa makan dan minum. Sementara intermittent fasting memiliki pola variatif, seperti metode 16:8, 5:2, hingga satu kali makan sehari. Pada pola tersebut, konsumsi air putih tetap diperbolehkan selama periode puasa.

Dari perspektif metabolisme, tubuh menyimpan kelebihan karbohidrat dalam bentuk glikogen. Saat asupan dihentikan, cadangan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi. Jika berlangsung lebih lama, tubuh akan membakar lemak.

“Baik puasa Ramadan maupun intermittent fasting dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Namun keseimbangan asupan tetap harus diperhatikan,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memahami kebutuhan energi minimal atau basal metabolic rate (BMR). Kekurangan kalori yang terlalu besar dapat menyebabkan kehilangan massa otot.

Mahmud menyarankan agar praktik intermittent fasting dilakukan dengan pengurangan kalori moderat, sekitar 300–500 kkal per hari. Sementara dalam Ramadan, pola makan perlu diatur agar tidak berlebihan saat berbuka.

Ia juga menganjurkan konsumsi makanan tinggi serat seperti sayur dan buah untuk menjaga rasa kenyang lebih lama. Asupan cairan minimal delapan gelas per hari tetap harus dipenuhi dengan pembagian waktu yang tepat antara berbuka dan sahur.

“Pendekatan terbaik adalah pola makan seimbang sesuai kebutuhan individu. Dengan pengaturan yang tepat, puasa dapat memberikan manfaat spiritual sekaligus kesehatan,” tutupnya. (tas)

ilmu gizi intermittent fasting 16:8 Mahmud Aditya Rifqi pola makan sehat puasa Ramadan 2026 sensitivitas insulin UNAIR Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.