Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Optimalkan Ramadan, Guru Besar UNAIR Dorong Masjid Jadi Motor Penguatan Ekonomi Umat

Optimalkan Ramadan, Guru Besar UNAIR Dorong Masjid Jadi Motor Penguatan Ekonomi Umat

PERISTIWA Tiara AS19/02/2026 - 11:24 WIB
Guru Besar FEB UNAIR dorong masjid optimalkan Ramadan untuk literasi ekonomi syariah dan pengelolaan zakat produktif.

Bulan suci Ramadan tidak hanya identik dengan peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat. Perputaran zakat, infak, sedekah, serta konsumsi rumah tangga meningkat signifikan. Momentum ini dinilai strategis untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat berbasis komunitas.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga, Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE., M.Si., menegaskan bahwa Ramadan menjadi peluang penting untuk mentransformasi fungsi masjid agar lebih produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, aktivitas religius yang meningkat harus diimbangi penguatan literasi ekonomi syariah di kalangan jamaah.

“Sejak masa Rasulullah, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat aktivitas sosial dan ekonomi. Semangat itu yang perlu dihidupkan kembali agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa lonjakan konsumsi selama Ramadan merupakan fenomena yang wajar. Namun, tanpa pemahaman memadai, kondisi tersebut berpotensi mendorong perilaku konsumtif yang tidak selaras dengan prinsip syariah. Karena itu, masjid dapat berperan sebagai pusat edukasi sederhana mengenai pengelolaan keuangan keluarga, etika konsumsi, serta pemahaman zakat dan sedekah secara produktif.

Menurut Prof. Tika, pelibatan generasi muda seperti Gen Z dan milenial menjadi kunci agar masjid tetap relevan. Kajian tematik, pelatihan soft skill, hingga diskusi kewirausahaan berbasis syariah dapat menjadi program yang membangun kesadaran kolektif jamaah.

Dalam aspek pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), ia menekankan pentingnya tata kelola profesional. Tidak semua masjid memiliki kapasitas manajerial yang memadai, sehingga kolaborasi dengan lembaga amil resmi dan berizin menjadi solusi strategis.

“Masjid bisa menjadi titik penghimpunan dana umat, namun pengelolaannya perlu bermitra dengan lembaga ZISWAF agar penyaluran tepat sasaran dan membawa kemaslahatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dana Ramadan sebaiknya tidak hanya digunakan untuk kegiatan konsumtif jangka pendek. Program pemberdayaan ekonomi mikro, pembinaan usaha kecil, serta penguatan jaringan antara jamaah mampu dan kurang mampu perlu dikedepankan.

Prof. Tika berharap Ramadan tidak berhenti sebagai momentum tahunan, melainkan menjadi fondasi penguatan kemandirian ekonomi umat. Dengan kolaborasi masjid, tokoh masyarakat, dan komunitas lokal, potensi besar Ramadan dapat dioptimalkan untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan. (tas)

ekonomi syariah Ramadan FEB Unair literasi keuangan syariah peran masjid ekonomi umat Prof Tika Widiastuti zakat infak sedekah
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.