Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Akademisi UNAIR: Puasa Ramadan Efektif Latih Kontrol Diri dan Stabilitas Emosi

Akademisi UNAIR: Puasa Ramadan Efektif Latih Kontrol Diri dan Stabilitas Emosi

PERISTIWA Tiara AS23/02/2026 - 09:31 WIB
Psikolog UNAIR sebut puasa Ramadan bantu latih kontrol diri, tingkatkan hormon positif, dan dukung kesehatan mental.

Ibadah puasa di bulan Ramadan tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis dan kesehatan mental. Di tengah tekanan pekerjaan, tuntutan akademik, serta paparan media sosial yang intens, puasa dinilai dapat menjadi momentum untuk melatih kontrol diri dan menjaga stabilitas emosi.

Psikolog Klinis sekaligus dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, Dian Kartika Amelia Arbi, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa secara ilmiah puasa berkaitan dengan perubahan hormon dalam tubuh yang memengaruhi kondisi psikis seseorang.

Menurut Dian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat memicu peningkatan hormon endorphin. Hormon ini berperan dalam menciptakan rasa nyaman, meningkatkan suasana hati, serta membantu menurunkan tingkat stres secara alami. Meskipun hasil riset memiliki variasi, secara umum proses menahan diri selama berpuasa berkorelasi dengan produksi hormon positif yang mendukung keseimbangan emosional.

“Pada dasarnya puasa merupakan latihan untuk meningkatkan kontrol diri. Individu dilatih menahan dorongan untuk melakukan sesuatu secara berlebihan. Jika dilakukan secara konsisten, hal ini akan memperkuat kemampuan self-control,” ujarnya.

Ia menambahkan, kontrol diri merupakan fondasi penting dalam kesehatan mental. Kemampuan mengenali dan mengelola dorongan emosi membantu individu tetap stabil saat menghadapi tekanan, baik di lingkungan kerja maupun pendidikan. Dalam konteks mahasiswa, penguatan kontrol diri selama Ramadan diharapkan dapat meningkatkan ketahanan mental saat menghadapi beban akademik.

Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa hingga kini belum terdapat penelitian yang secara tegas menempatkan puasa sebagai metode utama dalam penanganan gangguan psikologis. Namun, puasa dapat menjadi aktivitas pendukung dalam proses intervensi atau terapi karena dampaknya yang bersifat holistik.

Puasa yang dijalankan dengan pola makan seimbang dan manajemen waktu yang baik dapat mendukung kesehatan fisik, yang pada akhirnya turut memengaruhi kondisi psikologis. Kombinasi antara stimulasi hormon positif dan latihan pengendalian diri selama satu bulan penuh berpotensi memperkuat stabilitas mental seseorang.

Dengan demikian, Ramadan tidak hanya menjadi momen peningkatan kualitas spiritual, tetapi juga kesempatan untuk membangun regulasi emosi dan kesehatan mental yang lebih baik. Latihan disiplin dan kesadaran diri selama puasa diharapkan dapat menjadi bekal menghadapi dinamika kehidupan yang semakin kompleks di masa mendatang. (tas)

Dian Kartika Amelia Arbi hormon endorphin kontrol diri saat Ramadan Psikolog UNAIR puasa dan kesehatan mental puasa latih self control
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.