Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memprioritaskan penanganan banjir di kawasan Jalan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal, sebelum merealisasikan peningkatan struktur jalan menggunakan rigid beton. Kebijakan ini diambil menyusul persoalan genangan air yang kerap terjadi dan berdampak pada kerusakan jalan di wilayah tersebut.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, perbaikan jalan tidak akan bertahan lama apabila akar persoalan berupa genangan belum dituntaskan.
Ia menjelaskan, setiap kali terjadi hujan dengan intensitas ringan, kawasan Tanjungsari kerap mengalami banjir. Kondisi tersebut menyebabkan permukaan jalan cepat rusak meskipun telah dilakukan pengaspalan. Karena itu, Pemkot Surabaya memutuskan untuk menuntaskan persoalan drainase dan aliran air terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap penguatan konstruksi jalan.
Syamsul menegaskan bahwa pengaspalan hanya menjadi solusi sementara apabila genangan air masih terjadi. Kerusakan jalan akan terus berulang jika air menggenang dalam waktu lama dan meresap ke lapisan struktur jalan.
Rencana peningkatan kualitas Jalan Tanjungsari nantinya akan menggunakan konstruksi rigid beton. Pemilihan metode ini mempertimbangkan karakteristik lalu lintas di kawasan tersebut yang didominasi kendaraan berat, termasuk aktivitas dari kawasan industri di sekitarnya. Struktur rigid beton dinilai lebih mampu menahan beban tinggi serta memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan perkerasan aspal biasa.
Namun demikian, realisasi rigid beton masih menunggu rampungnya proyek penanganan banjir yang ditargetkan berjalan sepanjang 2026. Pemkot Surabaya telah menyiapkan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk box culvert berukuran besar untuk memperlancar aliran air, serta pembangunan rumah pompa guna mempercepat pembuangan air saat curah hujan tinggi.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengatasi genangan secara permanen dan mencegah kerusakan jalan berulang. Setelah sistem pengendalian banjir dinilai optimal, pembangunan rigid beton akan segera direalisasikan.
Pemkot Surabaya memastikan bahwa penanganan dilakukan dengan perencanaan teknis yang matang agar investasi infrastruktur di Jalan Tanjungsari memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. (tas)

