Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto meresmikan gedung sarana dan prasarana SMAN 2 Taruna Bhayangkara di Banyuwangi, Sabtu (28/2). Peresmian tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem pendidikan berbasis karakter, kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan di Jawa Timur.
Fasilitas yang diresmikan meliputi Aula Cakrabuana, Pura Widya Brahmacarya, Gereja Smadatara, Bratasena Gym, ruang barbershop, serta ruang olahraga tenis meja. Sarana tersebut dirancang untuk mendukung pembinaan akademik sekaligus penguatan fisik, mental, dan spiritual siswa taruna.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa sekolah berbasis ketarunaan memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi pemimpin masa depan yang berintegritas dan disiplin. Ia menekankan pentingnya membangun karakter kebangsaan sejak dini agar para siswa mampu menjadi representasi nilai-nilai keindonesiaan di tingkat nasional maupun global.
“Para taruna harus bangga menjadi bagian dari Indonesia dan siap menjadi juru bicara nilai-nilai kebangsaan di mana pun bertugas,” ujarnya.
Selain meresmikan fasilitas di SMAN 2 Taruna Bhayangkara, Gubernur juga menandatangani prasasti rehabilitasi dan revitalisasi 41 sekolah negeri dan swasta di wilayah Banyuwangi dan Situbondo. Rinciannya meliputi 20 SMA, 12 SMK, dan 9 SLB.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa di Banyuwangi terdapat 28 lembaga yang direvitalisasi dengan total anggaran Rp30 miliar, terdiri atas 11 SMA, 9 SMK, dan 8 SLB. Sementara di Situbondo, revitalisasi dilakukan pada 9 lembaga dengan anggaran Rp6 miliar, meliputi 5 SMA, 3 SMK, dan 1 SLB.
Menurut Aries, pembangunan dan perbaikan sarana prasarana ini merupakan bagian dari strategi pemerataan mutu pendidikan sekaligus peningkatan standar keselamatan bangunan sekolah sesuai regulasi nasional. Ia menambahkan bahwa SMAN 2 Taruna Bhayangkara menerapkan sistem boarding school yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pembinaan kedisiplinan serta nilai kebhayangkaraan melalui kolaborasi dengan institusi kepolisian.
Khofifah menegaskan, pembangunan infrastruktur pendidikan bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia meminta seluruh tenaga pendidik menjaga keseimbangan antara capaian akademik dan pembentukan karakter.
“Fasilitas dapat terus ditingkatkan, tetapi karakter, integritas, dan semangat pengabdian harus tumbuh dari dalam diri siswa. Inilah fondasi kepemimpinan masa depan,” tegasnya.
Pemprov Jatim berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat bersama sebagai komitmen kolektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. (tas)

