Kiprah alumni Universitas Airlangga kembali terlihat melalui peran strategis yang dijalankan Nur Chakim SKep Ners di Kabupaten Gresik. Lulusan Fakultas Vokasi UNAIR tersebut kini dipercaya memimpin Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Gresik, sekaligus menjabat Sekretaris 3 Lembaga Kesehatan PCNU dan Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua PPNI Gresik, Nur Chakim menegaskan bahwa organisasi profesi keperawatan tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal anggota, melainkan harus memberi dampak langsung kepada masyarakat. Ia mendorong keterlibatan aktif perawat dalam kegiatan pengabdian, respons kebencanaan, hingga edukasi kesehatan berbasis komunitas.
“Organisasi profesi harus hadir untuk masyarakat. Dampaknya harus nyata, baik dalam pelayanan kesehatan maupun kegiatan sosial,” ujarnya.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah penanggulangan HIV-AIDS. Melalui perannya di KPA Kabupaten Gresik, ia menilai tantangan terbesar bukan hanya aspek medis, tetapi juga stigma sosial terhadap orang dengan HIV. Menurutnya, persepsi negatif di masyarakat kerap memperburuk kondisi psikologis pasien dan menghambat akses pengobatan.
Ia menjelaskan, edukasi menjadi kunci untuk mengubah paradigma. Informasi mengenai pola penularan, terapi antiretroviral, serta peluang hidup sehat bagi penyintas HIV perlu terus disosialisasikan secara masif dan sistematis. Upaya ini sejalan dengan target Kabupaten Gresik untuk mencapai zero new infection pada 2030.
“Kami terus mengawal kepatuhan minum obat, memperluas edukasi preventif, dan memastikan pasien tidak merasa dikucilkan,” jelasnya.
Tak hanya di ranah profesi dan penanggulangan HIV, peran Nur Chakim juga meluas melalui Lembaga Kesehatan PCNU Gresik. Ia berupaya menjembatani nilai-nilai keagamaan dengan program kesehatan yang kontekstual bagi warga Nahdliyin. Koordinasi dilakukan hingga tingkat kecamatan melalui Majelis Wakil Cabang (MWC) guna memastikan program berjalan efektif dan menjangkau masyarakat akar rumput.
Menurutnya, sinergi lintas organisasi menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem layanan kesehatan daerah. Kolaborasi antara organisasi profesi, lembaga keagamaan, dan pemerintah daerah dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan.
Kiprah tersebut mencerminkan bagaimana alumni UNAIR berkontribusi langsung dalam pembangunan kesehatan daerah. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas, Nur Chakim berharap layanan kesehatan di Gresik semakin inklusif, responsif, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat. (tas)
