Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Alumni UNAIR Pimpin PPNI Gresik, Perkuat Layanan Kesehatan dan Perangi Stigma HIV-AIDS

Alumni UNAIR Pimpin PPNI Gresik, Perkuat Layanan Kesehatan dan Perangi Stigma HIV-AIDS

PERISTIWA Tiara AS04/03/2026 - 11:24 WIB
Alumni UNAIR Nur Chakim pimpin PPNI Gresik dan KPA, dorong edukasi kesehatan serta target zero HIV 2030.

Kiprah alumni Universitas Airlangga kembali terlihat melalui peran strategis yang dijalankan Nur Chakim SKep Ners di Kabupaten Gresik. Lulusan Fakultas Vokasi UNAIR tersebut kini dipercaya memimpin Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Gresik, sekaligus menjabat Sekretaris 3 Lembaga Kesehatan PCNU dan Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Gresik.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua PPNI Gresik, Nur Chakim menegaskan bahwa organisasi profesi keperawatan tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal anggota, melainkan harus memberi dampak langsung kepada masyarakat. Ia mendorong keterlibatan aktif perawat dalam kegiatan pengabdian, respons kebencanaan, hingga edukasi kesehatan berbasis komunitas.

“Organisasi profesi harus hadir untuk masyarakat. Dampaknya harus nyata, baik dalam pelayanan kesehatan maupun kegiatan sosial,” ujarnya.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian adalah penanggulangan HIV-AIDS. Melalui perannya di KPA Kabupaten Gresik, ia menilai tantangan terbesar bukan hanya aspek medis, tetapi juga stigma sosial terhadap orang dengan HIV. Menurutnya, persepsi negatif di masyarakat kerap memperburuk kondisi psikologis pasien dan menghambat akses pengobatan.

Ia menjelaskan, edukasi menjadi kunci untuk mengubah paradigma. Informasi mengenai pola penularan, terapi antiretroviral, serta peluang hidup sehat bagi penyintas HIV perlu terus disosialisasikan secara masif dan sistematis. Upaya ini sejalan dengan target Kabupaten Gresik untuk mencapai zero new infection pada 2030.

“Kami terus mengawal kepatuhan minum obat, memperluas edukasi preventif, dan memastikan pasien tidak merasa dikucilkan,” jelasnya.

Tak hanya di ranah profesi dan penanggulangan HIV, peran Nur Chakim juga meluas melalui Lembaga Kesehatan PCNU Gresik. Ia berupaya menjembatani nilai-nilai keagamaan dengan program kesehatan yang kontekstual bagi warga Nahdliyin. Koordinasi dilakukan hingga tingkat kecamatan melalui Majelis Wakil Cabang (MWC) guna memastikan program berjalan efektif dan menjangkau masyarakat akar rumput.

Menurutnya, sinergi lintas organisasi menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem layanan kesehatan daerah. Kolaborasi antara organisasi profesi, lembaga keagamaan, dan pemerintah daerah dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan.

Kiprah tersebut mencerminkan bagaimana alumni UNAIR berkontribusi langsung dalam pembangunan kesehatan daerah. Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis komunitas, Nur Chakim berharap layanan kesehatan di Gresik semakin inklusif, responsif, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang bagi masyarakat. (tas) 

HIV AIDS Gresik KPA Gresik LKNU Gresik Nur Chakim PPNI Gresik tenaga kesehatan Gresik Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.