Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia Jawa Timur (REI Jatim) untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ajakan tersebut disampaikan Khofifah usai menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan DPD REI Jawa Timur di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Jumat (6/3/2026). Kegiatan tersebut turut menghadirkan Nasaruddin Umar sebagai narasumber yang memberikan tausiyah Ramadan kepada para peserta.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus REI, para pengembang, serta pelaku industri properti di Jawa Timur. Selain menjadi momentum silaturahmi di bulan suci Ramadan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan perumahan juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas.
“Momentum buka puasa bersama ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah dan para pengembang dalam mendukung pembangunan sektor perumahan,” ujarnya.
Khofifah menambahkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam bulan Ramadan seperti kepedulian sosial, empati, dan solidaritas sejalan dengan semangat pembangunan yang berorientasi pada keadilan sosial. Oleh karena itu, ia berharap sektor properti dapat berkontribusi lebih besar dalam menghadirkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut data yang disampaikan dalam acara tersebut, kontribusi para pengembang di Jawa Timur dalam menyediakan rumah bagi MBR menunjukkan perkembangan signifikan. Tercatat sebanyak 32.384 unit rumah telah direncanakan dan dibangun oleh para pengembang, yang terdiri dari 6.947 unit rumah siap huni, 10.087 unit dalam proses pembangunan, serta 15.350 unit yang direncanakan untuk dibangun pada 2026.
Selain itu, penyaluran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Jawa Timur juga menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Pada periode 2023 hingga 2025, sebanyak 45.543 unit rumah telah tersalurkan dengan nilai pembiayaan mencapai sekitar Rp5,3 triliun.
Sementara hingga Januari 2026, realisasi penyaluran FLPP di Jawa Timur telah mencapai 795 unit rumah. Dengan capaian tersebut, Jawa Timur tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar dalam penyaluran program FLPP secara nasional.
Khofifah berharap REI Jawa Timur dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan pengembang menjadi kunci dalam menjawab tantangan kebutuhan hunian yang terus meningkat.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum istimewa untuk memperbanyak amal kebaikan dan memperkuat kepedulian sosial kepada sesama, termasuk kepada anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Melalui momentum kebersamaan tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mendukung pembangunan Jawa Timur yang lebih inklusif, sejahtera, serta berkelanjutan. (tas)
