Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi memberangkatkan ribuan peserta program mudik balik gratis menggunakan kapal laut dari Pelabuhan Jangkar, Minggu (15/3/2026). Program tersebut menjadi bagian dari layanan transportasi Lebaran yang disediakan pemerintah provinsi untuk membantu mobilitas masyarakat menuju kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Pemberangkatan ditandai dengan penekanan sirine oleh Gubernur Khofifah sebagai simbol dimulainya perjalanan kapal dengan rute Pelabuhan Jangkar menuju Pulau Raas dan Pulau Sapudi. Program mudik gratis jalur laut ini disiapkan untuk melayani masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman pada momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah provinsi menyiapkan total 12 kali perjalanan kapal selama periode angkutan Lebaran. Setiap perjalanan memiliki kapasitas sekitar 250 penumpang serta dapat mengangkut hingga 100 unit sepeda motor.
Dengan skema tersebut, total kuota dalam program mudik balik gratis kapal laut tahun ini mencapai sekitar 3.000 penumpang dan 1.200 sepeda motor. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan pilihan transportasi untuk perjalanan mudik.
Khofifah mengatakan bahwa program mudik gratis merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Tradisi mudik, menurutnya, memiliki nilai sosial dan emosional yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.
“Selamat mudik dan selamat merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Semoga perjalanan panjenengan semua berjalan lancar, aman, dan selamat sampai tujuan,” ujar Khofifah saat melepas peserta mudik.
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan perjalanan harus menjadi prioritas utama dalam setiap layanan transportasi selama musim mudik. Karena itu, para penumpang diimbau untuk mematuhi aturan yang berlaku selama berada di kapal agar perjalanan berlangsung aman dan tertib.
Selain itu, Khofifah juga meminta awak kapal serta otoritas pelabuhan untuk memastikan seluruh standar keselamatan pelayaran dipenuhi dengan baik. Pengawasan terhadap aspek keselamatan dinilai penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun, layanan mudik menuju Pulau Raas dilaksanakan pada 8, 12, 15, dan 17 Maret 2026. Sementara pelayaran menuju Pulau Sapudi dijadwalkan pada 11 dan 16 Maret 2026.
Adapun perjalanan arus balik disiapkan pada 29 Maret serta 2, 4, dan 6 April 2026 untuk rute Pulau Raas menuju Pelabuhan Jangkar. Sedangkan arus balik dari Pulau Sapudi dijadwalkan pada 27 dan 31 Maret 2026.
Program mudik gratis jalur laut ini merupakan bagian dari rangkaian layanan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Secara keseluruhan, pemerintah provinsi juga menyediakan layanan mudik gratis menggunakan bus yang melayani ribuan warga menuju berbagai daerah di Jawa Timur.
Selain membantu meringankan biaya perjalanan masyarakat, program ini juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas.
Salah satu peserta mudik tujuan Pulau Raas, Fatimah (45), mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia mengatakan bahwa setiap tahun dirinya berusaha mengikuti program mudik gratis karena proses pendaftarannya mudah dan dapat menghemat biaya perjalanan pulang kampung.
Menurutnya, keberadaan program ini sangat membantu masyarakat kepulauan yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar. (tas)
