Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup rangkaian perayaan Idulfitri 1447 Hijriah dengan menggelar silaturahmi bersama ratusan pengemudi ojek online (ojol) di kediamannya di kawasan Jemursari, Surabaya. Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap pekerja sektor informal yang berperan besar dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Sekitar 250 pengemudi ojol hadir dalam kegiatan tersebut. Sejak sore hari, mereka berkumpul dalam suasana santai dan penuh keakraban, menikmati sajian kuliner dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima.
Kehadiran Khofifah di tengah-tengah para pengemudi menambah kehangatan suasana. Ia menyapa langsung para peserta dan berinteraksi tanpa jarak, mencerminkan pendekatan yang humanis. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyoroti kontribusi pengemudi ojol sebagai bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menopang ekonomi keluarga.
Momentum Idulfitri, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial dan berbagi kebahagiaan, khususnya bagi kelompok pekerja yang tetap aktif bekerja di tengah hari raya.
Momen Kebersamaan dan Apresiasi
Acara silaturahmi tidak hanya diisi dengan ramah tamah, tetapi juga diwarnai kegiatan simbolis seperti perayaan ulang tahun beberapa pengemudi dan anggota keluarga mereka. Khofifah turut menyerahkan kue ulang tahun secara langsung sebagai bentuk perhatian personal.
Selain itu, di penghujung acara, para peserta menerima bantuan berupa paket sembako dan santunan sebagai bentuk dukungan konkret dari pemerintah provinsi.
Respons Positif dari Peserta
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari para pengemudi ojol. Salah satu perwakilan pengemudi wilayah Surabaya–Sidoarjo, Yuliawati, menyampaikan bahwa acara ini memberikan pengalaman Lebaran yang berbeda dan lebih bermakna, terutama karena dapat melibatkan keluarga.
Ia juga menilai perhatian pemerintah terhadap pengemudi ojol, termasuk perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, cukup terasa melalui berbagai program yang telah dijalankan.
Hal senada diungkapkan oleh pengemudi lain, Wiwin Triarini, yang mengaku senang dapat berkumpul bersama rekan-rekannya sekaligus bertemu langsung dengan gubernur dalam suasana yang santai.
Dampak Ekonomi bagi UMKM
Tidak hanya berdampak secara sosial, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi. Sejumlah pedagang mengaku mengalami peningkatan penjualan selama acara berlangsung.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan berbasis komunitas seperti silaturahmi Lebaran juga mampu menggerakkan ekonomi lokal, terutama bagi sektor informal yang bergantung pada keramaian.
Penguatan Solidaritas Sosial
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kelompok pekerja informal. Silaturahmi yang dibangun diharapkan mampu memperkuat rasa kebersamaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Momentum Lebaran pun dimanfaatkan tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. (tas)

