Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga, Adista Wahyu Kristian, berhasil menorehkan prestasi internasional dengan lolos dalam Taiwan Experience Education Program (TEEP) di National Taiwan University. Program ini berlangsung pada Maret hingga Juni 2026 dan menjadi salah satu ajang riset bergengsi bagi mahasiswa global.
Program Taiwan Experience Education Program merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Taiwan yang membuka peluang bagi mahasiswa internasional untuk terlibat dalam riset di berbagai universitas dan industri unggulan. Selain pengalaman akademik, peserta juga memperoleh dukungan berupa beasiswa biaya hidup selama program berlangsung.
Adista mengungkapkan bahwa kesempatan tersebut datang melalui arahan dari koordinator program studi. Dalam waktu terbatas, ia harus mempersiapkan seluruh dokumen dan mengikuti dua tahapan seleksi, yakni administrasi dan wawancara. Meski sempat menghadapi tantangan saat proses wawancara, ia mampu melewati tahap tersebut berkat persiapan yang matang.
Pemilihan NTU sebagai tujuan riset didasarkan pada sejumlah pertimbangan strategis. Selain reputasi akademiknya yang kuat di tingkat global, kampus ini juga memiliki fasilitas riset yang lengkap serta lingkungan yang mendukung pengembangan keilmuan, khususnya di bidang teknik elektro. Faktor aksesibilitas lokasi dan sistem transportasi yang terintegrasi juga menjadi nilai tambah.
Namun, pengalaman pertama tinggal di luar negeri tidak lepas dari tantangan. Adista harus beradaptasi dengan perbedaan budaya, pola makan, hingga bahasa. Ia menyebutkan bahwa penggunaan bahasa Mandarin dengan beragam aksen menjadi kendala awal dalam komunikasi sehari-hari. Selain itu, perbedaan cita rasa makanan dan sistem transportasi yang jauh lebih maju juga membutuhkan penyesuaian.
Selama mengikuti program, Adista terlibat langsung dalam aktivitas riset berbasis laboratorium. Pendekatan pembelajaran ini memberinya pengalaman praktis sekaligus memperluas wawasan akademik melalui interaksi dengan dosen dan peneliti.
Fokus riset yang tengah digarapnya adalah pengembangan desain antena terahertz untuk komunikasi 6G. Teknologi ini bertujuan menghadirkan kecepatan data ultra-tinggi hingga tingkat terabit per detik (Tbps). Antena yang dikembangkan dirancang berukuran kecil, efisien, serta mampu mengatasi berbagai kendala sinyal yang selama ini menjadi tantangan dalam jaringan komunikasi generasi mendatang.
Menurut Adista, pengalaman ini menjadi langkah penting dalam memperdalam kompetensi sekaligus membuka peluang kontribusi di bidang teknologi masa depan.
Ia juga membagikan sejumlah tips bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program serupa. Persiapan bahasa dan pemahaman budaya negara tujuan dinilai penting untuk mendukung adaptasi. Selain itu, mahasiswa disarankan aktif mencari informasi peluang internasional serta menyiapkan CV atau portofolio yang mampu mencerminkan kemampuan akademik dan pengalaman yang dimiliki.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan daya saing mahasiswa Indonesia di kancah global, khususnya dalam bidang riset dan teknologi mutakhir yang terus berkembang pesat. (tas)

