Universitas Airlangga (UNAIR) memastikan kesiapan penuh dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 yang akan berlangsung mulai 21 hingga 30 April. Komitmen tersebut ditegaskan dalam agenda kick off UTBK yang digelar pada Selasa (14/4/2026), sebagai bagian dari upaya menghadirkan ujian yang tidak hanya tertib, tetapi juga inklusif dan berintegritas tinggi.
Ketua Pusat UTBK UNAIR 2026, Prof Mochammad Amin Alamsjah, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang akan mengikuti ujian di UNAIR mencapai 16.672 orang. Angka ini setara dengan sekitar 94,7 persen dari total kapasitas yang disediakan, yakni 17.600 kursi. Tingginya tingkat keterisian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap UNAIR sebagai salah satu pusat UTBK nasional.
Pelaksanaan UTBK di UNAIR akan dibagi dalam 19 sesi yang tersebar di dua kawasan kampus, yaitu Kampus B dan Kampus C. Total terdapat 10 gedung dengan 22 ruang Computer Based Test (CBT) yang telah dipersiapkan. Di Kampus B, ujian berlangsung di sejumlah fakultas seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Vokasi. Sementara di Kampus C, lokasi ujian mencakup gedung Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Gedung Nano, Gedung Nani, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Dari sisi layanan peserta, UNAIR menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung guna meningkatkan kenyamanan selama ujian. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyediaan ruang transit serta konsumsi ringan berupa teh hangat dan roti bagi peserta sesi pagi. Langkah ini diambil untuk membantu peserta tetap fokus, terutama bagi mereka yang harus datang lebih awal.
Selain itu, UNAIR juga menaruh perhatian pada aksesibilitas bagi peserta disabilitas. Peserta tuna rungu dan tuna daksa difasilitasi dengan ruang ujian khusus di Kampus C, lengkap dengan pendampingan. Tercatat terdapat 18 peserta tuna rungu dan empat peserta tuna daksa yang akan mengikuti ujian di Gedung Nano.
Rektor UNAIR, Prof Muhammad Madyan, menekankan bahwa selain aspek teknis, integritas pelaksanaan UTBK menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan panitia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kecurangan, khususnya praktik perjokian yang terus berkembang dengan metode yang semakin kompleks. Menurutnya, menjaga kepercayaan publik merupakan hal krusial dalam penyelenggaraan seleksi nasional ini.
Selain pengawasan, pihak kampus juga memastikan ketersediaan fasilitas ibadah di sekitar lokasi ujian. Hal ini penting mengingat peserta sudah harus hadir sejak pagi hari, sehingga kebutuhan spiritual tetap dapat terpenuhi dengan baik.
Dengan berbagai persiapan tersebut, UNAIR optimistis pelaksanaan UTBK 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta. (tas)

