Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Ledakan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Tercemar, Dosen UNAIR Ungkap Ancaman Ekologis dan Strategi Penanganan

Ledakan Ikan Sapu-Sapu di Sungai Tercemar, Dosen UNAIR Ungkap Ancaman Ekologis dan Strategi Penanganan

PERISTIWA Tiara AS21/04/2026 - 07:47 WIB
Fenomena ledakan ikan sapu-sapu di sungai tercemar jadi alarm ekologis. Dosen UNAIR ungkap penyebab dan solusi penanganannya.

Fenomena meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di berbagai sungai perkotaan menjadi sorotan serius kalangan akademisi. Dosen Akuakultur Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga, Dr Veryl Hasan, menilai kondisi ini sebagai indikator kuat menurunnya kualitas lingkungan perairan.

Menurut Veryl Hasan, kemunculan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar umumnya terjadi di sungai dengan tingkat pencemaran tinggi, seperti yang banyak ditemukan di kawasan perkotaan. Spesies ini dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi air yang buruk, sehingga mampu bertahan ketika ikan lokal lainnya tidak mampu hidup.

Ia menjelaskan bahwa pada kondisi perairan yang tercemar berat, sebagian besar ikan asli akan mati atau berpindah, sementara ikan sapu-sapu justru berkembang pesat. Ketidakseimbangan ini membuat populasinya terlihat mendominasi dan terus meningkat tanpa kendali.

Spesies Asing yang Menjadi Kompetitor Dominan

Ikan sapu-sapu merupakan spesies yang berasal dari Amerika Selatan. Di habitat aslinya, ikan ini tergolong biasa dan bahkan dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Namun, ketika masuk ke perairan Indonesia sebagai spesies asing, keberadaannya justru memicu persoalan ekologis.

Tanpa predator alami yang cukup, ikan ini berkembang cepat dan menjadi kompetitor serius bagi ikan lokal. Selain itu, sifatnya sebagai pemakan oportunis membuat ikan sapu-sapu mampu mengonsumsi berbagai jenis sumber makanan, mulai dari tumbuhan air hingga organisme kecil di dasar sungai.

Kondisi tersebut memperbesar tekanan terhadap ikan lokal, baik dalam hal perebutan makanan maupun ruang hidup. Dalam jangka panjang, dominasi spesies invasif ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Pencemaran Jadi Akar Masalah

Veryl Hasan menekankan bahwa ledakan populasi ikan sapu-sapu bukan semata-mata disebabkan oleh spesies itu sendiri, melainkan kondisi lingkungan yang mendukung. Sungai yang tercemar menjadi habitat ideal bagi ikan ini, karena minim kompetisi dari spesies lain.

Oleh karena itu, solusi utama yang harus dilakukan adalah memperbaiki kualitas air sungai melalui pengendalian limbah dan pencemaran. Dengan kondisi air yang lebih baik, ikan lokal memiliki peluang untuk kembali berkembang dan menyeimbangkan ekosistem.

Pentingnya Regulasi dan Edukasi Masyarakat

Selain perbaikan lingkungan, aspek regulasi juga menjadi perhatian. Veryl menilai bahwa larangan pelepasan ikan asing ke perairan umum harus ditegakkan secara konsisten, disertai pengawasan yang efektif.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ekosistem. Pelepasan ikan hias atau spesies eksotik ke sungai tanpa kontrol dapat memperburuk kondisi lingkungan.

Sebagai langkah tambahan, penanganan populasi ikan sapu-sapu dapat dilakukan melalui penangkapan manual. Hasil tangkapan tersebut dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai bahan baku tepung ikan untuk pakan.

Alarm Ekologis bagi Perkotaan

Fenomena ini menjadi peringatan bahwa kondisi sungai di wilayah perkotaan membutuhkan perhatian serius. Keberadaan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar bukan sekadar masalah spesies, tetapi cerminan dari kerusakan lingkungan yang lebih luas.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengembalikan keseimbangan ekosistem sungai. Dengan langkah yang tepat, diharapkan kualitas perairan dapat pulih dan keberagaman hayati tetap terjaga. (tas) 

berita lingkungan ekosistem sungai Indonesia ikan invasif ikan sapu sapu konservasi sungai pencemaran air perikanan Indonesia solusi lingkungan sungai tercemar UNAIR Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.