Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal
  • Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan
  • Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»ASEM Day 2026 di UNAIR Angkat Peran Generasi Muda dalam Mengatasi Krisis Lingkungan

ASEM Day 2026 di UNAIR Angkat Peran Generasi Muda dalam Mengatasi Krisis Lingkungan

PERISTIWA Tiara AS24/04/2026 - 09:18 WIB
ASEM Day 2026 UNAIR menyoroti kontribusi generasi muda dalam gerakan lingkungan melalui aksi nyata, edukasi, dan inovasi berkelanjutan.

Upaya memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi tantangan lingkungan menjadi fokus utama dalam gelaran Asia-Europe Meeting (ASEM) Day 2026 yang diselenggarakan di Universitas Airlangga (UNAIR). Kegiatan ini berlangsung di Hall 1 Gedung Manajemen Kampus MERR-C pada Rabu (23/4/2026), hasil kolaborasi LPMB UNAIR bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Asia-Europe Foundation (ASEF).

Forum ini menghadirkan ruang dialog antara mahasiswa, komunitas, dan pegiat lingkungan untuk membahas strategi meningkatkan partisipasi publik dalam program keberlanjutan. Diskusi berlangsung dinamis dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari komunitas yang telah terjun langsung di lapangan.

Tantangan Kesadaran Lingkungan Masih Rendah

Dalam diskusi tersebut, Maulina Gheananta, Co-founder 4GoodThings, menyoroti bahwa persoalan mendasar dalam gerakan lingkungan terletak pada rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah. Ia mencontohkan kondisi kawasan seperti Bantargebang yang masih menghadapi persoalan serius terkait limbah.

Melalui 4GoodThings, Maulina mengembangkan pendekatan inovatif dengan mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai guna. Inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis desain berkelanjutan.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi sejak dini, terutama melalui sekolah, serta pemanfaatan media sosial untuk menjangkau generasi muda. Menurutnya, perubahan perilaku bisa dimulai dari langkah sederhana di rumah tangga, selama dilakukan secara konsisten.

Gerakan Kolektif Jadi Kunci Perubahan

Pandangan serupa disampaikan Muhammad Ikhsan Destian dari Pandawara Group. Ia menjelaskan bahwa gerakan yang dibangun oleh komunitasnya tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih, tetapi juga membangun kesadaran publik melalui berbagai program terstruktur.

Program seperti Jagabumi, Pancaranata, hingga Ajakarsa menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan dampak jangka panjang. Ikhsan menilai tantangan terbesar bukan hanya persoalan teknis di lapangan, melainkan perbedaan cara pandang masyarakat terhadap isu lingkungan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pendekatan berbasis aksi nyata dan kampanye digital dinilai efektif. Keterlibatan komunitas serta distribusi konten di media sosial menjadi sarana penting untuk memperluas jangkauan gerakan.

Konsistensi Lebih Penting dari Aksi Besar

Sementara itu, Arnedi Rizki Adidharma dari komunitas The Sanitizers menyoroti pentingnya konsistensi dalam gerakan lingkungan. Ia menjelaskan bahwa banyak gerakan besar berawal dari inisiatif kecil yang kemudian berkembang menjadi aksi kolektif.

Berbagai kegiatan seperti bersih-bersih rutin, program tematik, hingga edukasi kepada generasi muda menjadi langkah konkret yang dilakukan komunitasnya. Namun, ia mengakui bahwa masih ada tantangan berupa skeptisisme masyarakat yang menganggap upaya tersebut tidak memberikan dampak signifikan.

Menurut Arnedi, media sosial memainkan peran strategis dalam mengubah persepsi tersebut. Konten digital yang konsisten mampu membangun kesadaran sekaligus mengajak partisipasi publik secara lebih luas.

ASEM Day Jadi Momentum Kolaborasi Global

Penyelenggaraan ASEM Day 2026 di UNAIR tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam isu lingkungan. Keterlibatan Asia-Europe Foundation (ASEF) mempertegas bahwa tantangan keberlanjutan membutuhkan pendekatan global yang inklusif.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan. Dengan dukungan teknologi, jejaring komunitas, dan inovasi sosial, kontribusi anak muda dinilai mampu mendorong percepatan agenda keberlanjutan.

Dorongan untuk Memulai dari Hal Sederhana

Dari seluruh rangkaian diskusi, satu benang merah yang mengemuka adalah pentingnya memulai dari langkah kecil. Para narasumber sepakat bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari aksi besar, melainkan dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.

ASEM Day 2026 UNAIR pun menjadi pengingat bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau organisasi besar, tetapi juga setiap individu. Peran aktif generasi muda diharapkan menjadi motor penggerak dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. (tas) 

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Tegaskan Sumbangan HUT Ke-81 RI Sukarela Tanpa Patokan Nominal

21/07/2026 - 18:56 WIB

Normalisasi Ruang Sungai Kalianak Tahap III Dimulai, Pemkot Surabaya Tandai 182 Bangunan

21/07/2026 - 18:39 WIB

Brida Surabaya Kembangkan Game Mangrove Throne untuk Edukasi Lingkungan dan Gaya Hidup Sehat di Kebun Raya Mangrove

21/07/2026 - 18:34 WIB

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.