Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Airlangga (UNAIR) pada Rabu (23/4/2026) tidak hanya diikuti peserta dari Jawa Timur, tetapi juga dari berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran peserta dari luar pulau seperti Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Timur menunjukkan tingginya minat untuk menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka tersebut.
Jarak yang jauh tidak menjadi penghalang bagi para peserta untuk mengikuti seleksi. Mereka rela menempuh perjalanan panjang demi membuka peluang lolos ke program studi impian.
Perjalanan Panjang Demi Kampus Impian

Salah satu peserta, Kesya Arnelita Ilham asal Kendari, Sulawesi Tenggara, harus menempuh perjalanan udara berjam-jam untuk bisa mengikuti UTBK di Surabaya. Selama berada di kota ini, ia tinggal bersama keluarganya.
Kesya menjadikan UNAIR sebagai tujuan utama dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Ia memilih program studi ekonomi dan keperawatan sebagai opsi dalam seleksi SNBT. Persiapan yang dilakukan pun tidak singkat, mulai dari mengikuti bimbingan belajar hingga rutin menjalani try out sejak kelas XII.
Ia menilai fasilitas ujian yang disediakan UNAIR cukup memadai dan mendukung peserta dalam mengerjakan soal dengan nyaman. Selain itu, dukungan keluarga menjadi faktor penting yang menjaga semangatnya selama proses seleksi berlangsung.
Mandiri Merantau untuk Pendidikan Berkualitas

Kisah lain datang dari Bintang Destriana Rante Kombong Padondan asal Kalimantan Timur. Ia datang ke Surabaya seorang diri untuk mengikuti UTBK dengan tujuan utama masuk Program Studi Hukum UNAIR.
Bintang telah terbiasa hidup mandiri sejak duduk di bangku SMA. Selama mengikuti ujian, ia menetap di asrama sekolah. Motivasi utamanya adalah mendapatkan pendidikan berkualitas yang dinilainya lebih kompetitif di Pulau Jawa.
Dalam mempersiapkan UTBK, ia menjalani latihan intensif melalui bimbingan belajar dan try out rutin setiap pekan. Pilihan jurusan hukum didasarkan pada cita-citanya untuk berkarier sebagai notaris di masa depan.
Fasilitas dan Lingkungan Ujian Jadi Nilai Tambah
Baik Kesya maupun Bintang sama-sama menilai bahwa fasilitas yang disediakan UNAIR mendukung kelancaran pelaksanaan UTBK. Lingkungan ujian yang tertib dan kondusif dinilai membantu peserta untuk lebih fokus dalam mengerjakan soal.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang membuat peserta dari luar daerah merasa tidak ragu memilih lokasi ujian di Surabaya, meskipun harus menempuh perjalanan jauh.
Strategi dan Mental Jadi Penentu
Selain persiapan akademik, kesiapan mental menjadi aspek penting dalam menghadapi UTBK. Para peserta menyadari bahwa tekanan selama ujian dapat memengaruhi hasil jika tidak dikelola dengan baik.
Kesya menekankan pentingnya konsistensi dalam belajar dan latihan, sementara Bintang mengingatkan agar peserta tidak terlalu terbebani saat mengerjakan soal. Pendekatan yang lebih tenang dinilai dapat membantu menjaga fokus selama ujian berlangsung.
Antusiasme Tinggi Warnai UTBK 2026
Partisipasi peserta dari berbagai daerah dalam UTBK UNAIR 2026 mencerminkan tingginya daya tarik perguruan tinggi negeri di Indonesia, khususnya bagi calon mahasiswa yang ingin memperoleh pendidikan berkualitas.
Fenomena ini juga menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi semakin terbuka, meskipun masih membutuhkan perjuangan ekstra, terutama bagi peserta dari luar pulau.
Dengan semangat dan persiapan yang matang, para pejuang UTBK berharap dapat meraih hasil terbaik dan melangkah ke tahap berikutnya dalam perjalanan akademik mereka. (tas)

