Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Al Davi Muhammad Azriel Firdaus, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR, berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 sekaligus menyabet predikat peserta terbaik di bidang biologi.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C UNAIR, Kamis (11/6/2026). Keberhasilan Davi menjadi pencapaian istimewa setelah ia mampu mengungguli ratusan finalis dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia yang bersaing melalui tahapan seleksi ketat.
Kesuksesan itu tidak diraih secara instan. Minat Davi terhadap ilmu biologi telah tumbuh sejak usia dini. Ketertarikan yang muncul sejak duduk di bangku sekolah dasar terus berkembang hingga jenjang sekolah menengah atas melalui berbagai kompetisi sains yang diikutinya. Kecintaan terhadap ilmu hayat tersebut kemudian mengantarkannya memilih Fakultas Kedokteran UNAIR sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
Davi menjelaskan bahwa biologi selalu menjadi bidang yang menarik baginya karena mampu menjelaskan secara mendalam mekanisme kehidupan makhluk hidup dan cara mereka bertahan hidup. Ketertarikan tersebut menjadi fondasi kuat yang terus mendorongnya untuk mendalami ilmu pengetahuan sekaligus berkompetisi di tingkat nasional.
Meski demikian, perjalanan menuju podium juara tidak berlangsung mudah. Sebagai mahasiswa kedokteran, Davi harus menghadapi jadwal perkuliahan dan praktikum yang padat. Tantangan terbesar yang ia rasakan adalah membagi waktu antara persiapan olimpiade dan tuntutan akademik yang memiliki intensitas tinggi.
Menurut Davi, ritme pendidikan di Fakultas Kedokteran menuntut kedisiplinan dan manajemen waktu yang sangat baik. Dalam satu pekan, mahasiswa dapat menghadapi beberapa ujian secara berurutan sehingga diperlukan strategi belajar yang efektif agar persiapan kompetisi tetap berjalan tanpa mengganggu capaian akademik.
Di balik keberhasilannya, Davi menilai dukungan kampus menjadi salah satu faktor penting. Ia mengapresiasi pembinaan yang diberikan UNAIR melalui Direktorat Kemahasiswaan yang secara konsisten mendampingi para delegasi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan kompetisi nasional.
Proses pembinaan tersebut melibatkan dosen-dosen berpengalaman serta para alumni dan senior peraih medali ONMIPA pada tahun-tahun sebelumnya. Melalui pendampingan intensif itu, peserta mendapatkan penguatan materi, strategi kompetisi, hingga pengalaman praktis yang membantu menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Davi mengaku banyak memperoleh wawasan baru selama masa pembinaan. Berbagai pengalaman dan ilmu yang dibagikan para mentor dinilai berkontribusi besar terhadap pencapaiannya hingga berhasil membawa pulang medali emas untuk UNAIR.
Prestasi yang diraih Davi sekaligus mempertegas kualitas mahasiswa UNAIR dalam bidang akademik dan riset. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri serta berani bersaing di berbagai ajang prestasi tingkat nasional maupun internasional.
Menutup kisah perjalanannya, Davi membagikan pesan kepada generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi. Ia mendorong mahasiswa untuk terus berusaha menjadi yang terbaik, menghasilkan karya yang bermanfaat, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan kemajuan bangsa. (ita)

