Kompetisi Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 kembali menjadi ajang pembuktian kemampuan akademik mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Di balik persaingan yang semakin kompetitif, tersimpan kisah perjuangan para finalis yang harus melewati proses panjang sebelum mencapai babak nasional.
Salah satu cerita datang dari Muhammad Samudra Ilham, finalis bidang Biologi asal Universitas Andalas (UNAND), Sumatra Barat. Mahasiswa tersebut berhasil melaju ke putaran final setelah melalui seleksi ketat di tingkat wilayah yang menuntut kesiapan akademik sekaligus manajemen waktu yang baik.
Ilham mengungkapkan bahwa perjalanan menuju final ONMIPA tahun ini tidak mudah. Bersama rekan-rekan satu bidang, ia harus membagi fokus antara kewajiban perkuliahan dan persiapan kompetisi yang memerlukan pendalaman materi secara intensif. Proses belajar tambahan yang padat bahkan membuat mereka harus mengurangi waktu istirahat demi mempersiapkan diri menghadapi soal-soal olimpiade yang semakin kompleks.
Kerja keras tersebut membuahkan hasil yang membanggakan bagi Universitas Andalas. Pada ONMIPA 2026, bidang Biologi UNAND berhasil meloloskan lima delegasi ke tingkat nasional. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mengirimkan dua peserta.
Menurut Ilham, pencapaian tersebut menjadi salah satu prestasi penting bagi kampusnya karena menempatkan Universitas Andalas sebagai salah satu perguruan tinggi dengan jumlah finalis bidang Biologi terbanyak pada ajang ONMIPA tahun ini.
Meski berhasil mencapai babak final, Ilham menilai tingkat persaingan ONMIPA 2026 jauh lebih berat dibandingkan tahun sebelumnya. Ia merasakan adanya peningkatan standar kompetisi yang tercermin dari tingkat kesulitan soal maupun kualitas peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Pengalaman mengikuti ONMIPA sebelumnya membuatnya memiliki gambaran yang cukup jelas mengenai perubahan atmosfer kompetisi. Tahun ini, menurutnya, tantangan yang dihadapi peserta lebih besar sehingga membutuhkan kesiapan akademik yang lebih matang.
Sebagai finalis, Ilham tetap menaruh harapan besar untuk dapat membawa pulang medali bagi Universitas Andalas. Namun, ia juga memandang kompetisi ini sebagai proses pembelajaran yang berharga dalam mengembangkan kemampuan akademik dan daya saing di tingkat nasional.
Mahasiswa bidang Biologi tersebut mengaku masih memiliki peluang untuk kembali mengikuti ONMIPA pada tahun mendatang apabila target tahun ini belum tercapai. Optimisme itu menjadi bagian dari semangat yang terus dijaga selama mengikuti kompetisi akademik bergengsi tersebut.
Selain berbicara mengenai pengalaman pribadi, Ilham juga menyampaikan pandangannya terkait pengembangan ONMIPA ke depan. Ia berharap kompetisi tidak hanya menjadi ajang penentuan juara, tetapi juga mampu menghadirkan ruang berbagi ilmu dan pengalaman bagi peserta dari seluruh Indonesia.
Menurutnya, ONMIPA memiliki potensi besar menjadi wadah kolaborasi akademik yang mempertemukan mahasiswa berprestasi dari berbagai kampus. Melalui forum tersebut, peserta tidak hanya bersaing, tetapi juga dapat saling bertukar wawasan, metode belajar, dan pengalaman penelitian yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Gelaran ONMIPA-PT sendiri selama ini menjadi salah satu kompetisi akademik paling bergengsi di Indonesia. Ajang tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik di bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi sekaligus mendorong lahirnya generasi ilmuwan muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kisah Muhammad Samudra Ilham menunjukkan bahwa keberhasilan mencapai babak final tidak diraih secara instan. Di balik pencapaian tersebut terdapat proses panjang, disiplin belajar yang tinggi, serta komitmen untuk terus berkembang. Dengan persaingan yang semakin ketat setiap tahun, ONMIPA tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan penguatan budaya akademik di kalangan mahasiswa Indonesia. (ita)

